Thursday 16th August 2018

Lomba Bedug, Meriahkan Malam Lebaran

Pemerintah Kabupaten Banjar, melestarikan budaya masyarakat zaman dulu untuk menyemarakan bulan Ramadan melalui festival bedug yang dijadikan agenda tahunan.
Bupati Banjar Khalilurrahman mengatakan, festival beduk merupakan budaya masyarakat yang harus dipertahankan dan jangan sampai hilang tergerus zaman.
“Festival bedug ini merupakan upaya pelestarian budaya dan kesenian daerah di tengah kemajuan jaman dan terkesan tidak Islami,” ujar Khalilurrahman di Kota Martapura, Kamis (14/6)
Menurut dia, selain sebagai upaya pelestarian budaya tradisional daerah, festival juga diharapkan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap seni dan budaya daerahnya.
Dijelaskan, festival beduk atau yang akrab disebut masyarakat Kabupaten Banjar “Bedauh” (memukul bedug) yakni kesenian yang dilakukan setahun sekali menyemarakan bulan Ramadan.
“Masyarakat Banjar dahulu selalu menantikan acara ‘Bedauh’ sehingga kita sebagai generasi penerus harus mengetahui dan melestarikan budaya Islami ini,” kata bupati.
Ditekankan, festival bernuansa Islam itu juga diharapkan mampu menjadi satu benteng mencegah modernisasi yang jauh dari nilai-nilai Islami dan menjadi budaya yang negatif.
“Kemajuan jaman dan modernisasi yang membawa dampak negatif harus dibentengi dengan nilai-nilai Islami dan salah satu upayanya melalui Festival Beduk ini,” ucapnya.
Kepala Disbudpar Banjar Haris Rifani mengatakan, Festival Beduk 2018 merupakan event tahunan yang diselenggarakan untuk menyemarakan bulan Ramadhan hingga jelang Idul Fitri.
“Festival Beduk merupakan budaya masyarakat Banjar dalam menyemarakan bulan Ramadhan sehingga kami terus berupaya melestarikan melalui festival setiap bulan Ramadhan,” ujarnya.
peserta yang mengikuti final festival sebanyak 6 grup berasal dari berbagai kecamatan dan desa di kabupaten itu.
“Saat ini sudah ditetapkan enam grup yang tampil pada malam Idul Fitri di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura,” katanya.(**)

No Responses

Tinggalkan Balasan