Sunday 22nd July 2018

Disbunak Jamin Ketersediaan Hewan Kurban

MARTAPURA, SB – Penyembelihan hewan kurban menjadi ritual tahunan di tiap peringatan Hari Raya Idul Adha. Dan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait atas ketersediaan hewan yang akan dikurbankan.

Di Kabupaten Banjar, Dondit Bekti, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mengatakan, karena sudah menjadi rutinitas tahunan, pasokan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Kurban 1438 H tahun ini sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Menurutnya, saat ini sudah terinventarisir sebanyak 28 pengumpul hewan ternak; utamanya sapi yang tersebar di tujuh kecamatan. “Yang sudah terdata hingga akhir Juli sebanyak 1.180 sapi dengan estimasi harga jual per ekor Rp14 juta dengan berat per ekor rata-rata 64 Kilogram,” kata Dondit saat dikonfirmasi Suara Banua.Com, Rabu (2/8) kemarin.

Disampaikan Dondit, permintaan hewan kurban di Kabupaten Banjar meningkat rata-rata 4 persen saban tahunnuya. Berdasarkanitu maka pada perayaan Idul Kurban  tahun ini ketersediaan sapi kurban dapat dipastikan naik menjadi 1.000 ekor. Karena di tahun 2016 lalu, ketersediaan sapi kurban sebanyak 982 ekor.

Di tengah terus meningkatnya permintaan sapi kurban, Dondit mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya program ‘Sapi Induk Wajib Bunting(Siwab) sebagai upaya meningkatkan angka kelahiran sapi.

Menurutnya, pihaknya optimis target 3.800 induk sapi wajib bunting terpenuhi. Tak hanya meningkatkan kuantitas sapi, Siwab juga akan mendongkrak kualitas sapi ternak.

Yang juga dilakukan pihaknya di tiap jelang peringatan Idul Adha, yakni pemeriksaan kesehatan hewan untuk memastikan sapi yang akan disembelih sehat dantak terjangkit virus cacing hati. Pengobatan juga dilakukan untuk sapi yang positif terserang virus.

“Saya pastikan, daging hewan hewan kurban, juga hewan ternak lainnya, termasuk itik, aman dikonsumsi,” pungkas Dondit. (SB-08/to)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan