Tuesday 17th July 2018

Banjar Siap Jadi Kota Sehat

KOTA SEHAT – Sosialisasi Kota Sehat yang diselenggarakan Bapelitbang Kabupaten Banjar

MARTAPURA, SB – Keinginan Kabupaten Banjar untuk dapat meraih predikat sebagai kabupaten sehat kian besar. Semua lingkup pemerintahan didorong melakukan perbaikan sehingga keinginan tersebut bisa segera terwujud.

Keinginan meraih predikat kabupaten sehat tersebut mengemuka pada kegiatan sosialisasi kota dan kabupaten sehat yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan atau disingkat Bappelitbang Kabupaten Banjar, Selasa (17/7) di Aula Bapelitbang Banjar di Martapura.

Sosialisasi ini diikuti beberapa SKPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar, Tim Penggerak PKK, dan Forum Masyarakat Kabupaten Sehat  yang terdiri dari komunitas hijau  serta komunitas lainnya yang  berhubungan dengan lingkungan dan kesehatan.

Narasumber yang dihadirkan dari Direktur Kesehatan Lingkungan  Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Agus Nurali,Sp.KO dan Kesling Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Dewi Marlina, SKM, MKM,  juga Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri  Hadrian Marta, S.STP.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar  H Nasrunsyah yang membuka acara memberikan sedikit gambaran tentang program yang mengarah pada bidang kesehatan masyarakat, diantaranya; program bebas jamban apung di Sungai Martapura yang menjadi cita-cita Bupati Banjar. ada juga program di tiga SOPD; Dinas Perumahan dan Pemuiman (Disperkim), Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perbaikan rumah warga tak mampu.

“Warga Kabupaten Banjar, baik pejabat ataupun masyarakat diharapkan tidak tertinggal dari kabupeten/kota lainnya, dan seluruh lapisan masyarakat hendaknya bersinergi untuk menjadikan Kabupaten Banjar sebagai kota sehat,” pintanya.

Kepala Bappelitbang, Hary Supriadi menjelaskan maksud dan tujuan  dilaksanakan acara sosialisasi, yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjar. Itu karena, berdasaran  data IPM Kabupaten Banjar tahun 2015 dapat dikatakan belum sesuai harapan yaitu berada pada peringkat 9 dari 13 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan

“Dan di tahun 2016 nilai IPM cenderung naik, akan tetapi peringkatnya turun menjadi peringkat 10. Penyebab utama salah satunya adalah masalah kesehatan selain pendidikan dan ekonomi” ujar Hary. (hum/to)

No Responses

Tinggalkan Balasan