Saturday 21st July 2018

Lapangan Karya Mufakat Simbol Pembinaan Olahraga

LAPANGAN – Lapangan Karya Mufakat di Desa Sungai Pinang Lama yang menjadi simbol pembinaan olahaga di desa tersebut.

SUNGAI TABUK, SB  – Semboyan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat tampaknya sudah kian jarang terdengar. Meski demikian bukti implementasi dari semboyan itu masih dapat dilihat di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sebuah lapangan sepak bola lengkap dengan tribunnya menjadi saksi olahraga sangat diminati masyarakat desa tersebut.

Menurut Abdurahman, Kepala Desa Sungai Pinang Lama, sarana olahraga berupa lapangan sepak bola itu merupakan aset desa. Lapangan tersebut dibangun oleh Kepala Desa Sungai Pinang Lama terdahulu, Abdul Halim.

Namun lantaran usia lapangan yang diberi nama Karya Mufakat ini sudah tergolong uzur, tak heran kondisi bangunan, utamanya pada bagian tribun banyak yang rusak. “Dahulu di lapangan Karya Mufakat ini sering digelar kompetisi antar klub sepak bola,” ujar Abdurrahman sembari mengungut pegal demi pengal kenangan di Lapangan Karya Mufakat.

Klub sepak bola yang bertanding dalam kompetisi, lanjutnya, Tak hanya dari wilayah Kabupaten Banjar tapi juga dari beberapa daerah lain, seperti Kota Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala. Banyaknya klub yang ikut berlaga, menandakan tingginya minat masyarakat berpartisipasi dalam kejuaraan sepakbola antar kampung.

“Sayangnya, di banyak pertandingan sering diwarnai keributan. Karena alasan itulah kejuaran sepak bola di Lapangan Karya Mupakat dihentikan. Kesulitan mendatangkan wasit dan penjaga garis yang profesional menjadi masalah lainnya,” kata Abdurrahman.

Ditambahkan dia, atas kesepakatan warga dan para pemuda, lapangan sepak bola Karya Mupakat kembali dikelola untuk kegiatan pembinaan olahraga dan kegiatan lainnya. Diantaranya, kegiatan keagamaan, pramuka, dan sosial.

Keberadaan Lapangan Karya Mufakat, Abdurrahman mengajak warga terus menggelorakan lagi semboyan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. “Dan bukan tidak mungkin dari lapangan ini lahir pemain-pemain sepakbola profesional yang berlaga di Liga Indonesia,”ujarnya embari tertawa kecil. (mj/to)

No Responses

Tinggalkan Balasan