Saturday 21st July 2018

Bangun Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Warga

SIRING – Pembangunan siring jalan di Desa Lok Baintan Dalam, Sungai Tabuk yang didanai dengan anggaran dana desa. Kucuran dana dinilai warga dan aparat desa sangat bermanfaat. Karena dengan dana desa, pembangunan infrastrutur disesuaikan dengan kebutuhan warga

H Sahlianor: Dana Desa Tahu yang Kami Mau

SUNGAI TABUK, SB – Meski dikerjakan manual oleh warga sebagai pekerjanya, namun kwalitas pengerjaan siring jalan Desa Lok Baintan Dalam di Kecamatan Sungai Tabuk tak kalah dengan dengan pekerjaan proyek pemerintah daerah.

Menurut H Sahlianor, Kepala Desa Lok Baintan Dalam, kwalitas menjadi prioritas pembangunan infrastruktur yang sumber pendanaannya menggunakan dana desa ini. “Kwalitas fisik menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di Lok Baintan Dalam,” ucapnya saat ditemui Suara Banua belum lama tadi.

Disampaikan H Sahlianor, wilayah Lok Baintan Dalam yang berada di pinggiran sungai, rawan terendam saat air pasang. Karenanya, kwalitas infrastruktur yang baik sangat diperlukan. Jika tidak, infrastruktur yang dibangun tak akan bertahan lama.

Dan selama ini, menurutnya warga sangat mendamba pembangunan infrastruktur berkwalitas bagus. “Air pasang yang merendam seluruh ruas jalan tahun sebelumnya, sangat mengganggu aktivitas keseharian warga. Kemana-mana harus naik jukung,” kata H Sahlianor.

Bak gayung bersambut, lanjutnya, dengan adanya kucuran anggaran dana desa dengan pola swakelola melibatkan masyarakat, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan sesuai keperluan dan keinginan warga.

Dipaparkannya, di tahun 2017 ini, gelontoran dana desa di Desa Lok Baintan Dalam masih dipusatkan untuk peningkatan ruas jalan. Berupa; pembangunan siring cor batu gunung dan pelebaran ruas jalan dari 3 meter menjadi 5 meter. Sedangkan tahun sebelumnya, dana desa digunakan untuk peningkatan ketinggian badan jalan menjadi 50 centimeter.

Karena itulah, ditambahkan H Sahlianor, ketinggian siring badan jalan ditambah 30 centimeter dari permukaan badan jalan yang sudah mengalami pemadatan. Dengan begitu diharapkan kualitas jalan maksimal dan sesuai kebutuhan desa dalam membuka akses seluas luasnya bagi kepentingan masyarakat.

“Dahulu, jika ada warga yang ingin membangun rumah, material bangunannya diangkut melalui sungai. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa lewat darat. Artinya kucuran dana desa itu tahu apa yang kami mau,” pungkas H Sahlianor. (mj/to)

No Responses

Tinggalkan Balasan