Tuesday 17th July 2018

Peluang Ada Tersangka Lain Terbuka Lebar

SMK Kejuruan Al Hidayah Barabai HST (foto :net)

SUARABANUA.COM, BARABAI – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (Kejari HST) sampai kemarin masih memeriksa saksi terkait  pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMK Kejuruan Al Hidayah, Desa Andang, Kecamatan Haruyan. Dari jadwal terkonfirmasi, penyidik memanggil 10 saksi, sedangkan Jumat mendatang kembali memintai keterangan 12 saksi lagi dari total 46 saksi yang rencananya memberikan keterangan.

Sedangkan untuk pemanggilan H Harun Nurasid (HN) yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka, Kejari HST belum mengagendakannya dalam waktu dekat. Sebelum naik status sebagai tersangka, HN kerap hadir ke Kejari HST karena kebutuhan keterangan yang diperlukan jaksa penyidik.

Kepala Kejaksaan Negeri Barabai Waito Wongateleng melalui Kasi Intelnya Arif Fatchurrohman kemarin menyatakan, pengumpulan informasi kasus ini  sudah berjalan sangat lama. Bahkan sebelum dirinya belum bertugas di Barabai.”Pengumpulan data dan informasi bahkan sudah ada sejak 2015 silam. Jadi, saat penetapan HN sebagai tersangka kami sudah sangat siap dengan bukti yang kami miliki,” kata Arif.

Disinggung tentang bakal tersangka lain selain HN, Arif tidak mengiyakan dan tidak juga disanggah, pasalnya sangat banyak pihak terlibat dalam proses pembangunan RKB tersebut. Terkait informasi adanya informasi pra peradilan yang akan diajukan tersangka, Arif pun belum mendapat keterangan dan pendaftaran tentang pra peradilan di pengadilan.

“Surat penetapan HN sebagai tersangka sudah kami dititipkan ke salah satu keluarga beliau yang selama ini tinggal di kediaman pribadinya di Jalan Murakata. Itu pun setelah kami telpon beliau tentang surat itu dan minta dititip saja di rumah, penetapan tanggal 22 Mei, surat kami serahkan 23 Mei 2017,” tambah Arif.

H Harun Nurasid sampai kemarin belum bersikap tentang statusnya sebagai tersangka. Pernyataan resmi akan disampaikannya setelah berkonsultasi dengan pengacara dan sama-sama menilai status yang kini disandangnya. Bila ada peluang tentu akan ada pra peradilan.

Menurut Harun, niat baik untuk memajukan dunia pendidikan di Kecamatan Haruyan dan Labuan Amas Selatan sudah terlihat dengan hadirnya SMK Al Hidayah. Sekarang kemanfaatanya sangat nyata dan yakin bahwa ia tidak menzalimin orang lain. Menurutnya, RKB yang dibangun Dinas Pendidikan HST pada 2013 silam saat ini sudah meluluskan peserta didik.

“Saya mendapat informasi seluruh siswa kelas III yang mengikuti ujian nasional 2017 tadi lulus 100 persen. Kesimpulannya, tentu pemanfaatan RKB itu terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, penetapan mantan Bupati HST2010-2015 sebagai tersangka sangat membigungkan. Apalagi, disangkakan dengan korupsi penyimpangan belanja modal di Dinas Pendidikan. Pasalnya, Bupati HST bukan pengguna anggaran Dinas Pendidikan HST.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan HST Riduan mengaku tidak berani berkomentar banyak. Karena terjadinya kasus itu sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan HST, lagipula kewenangan SMK/SMA kini dipegang oleh provinsi.

Sedangkan Kepala Sekolah SMK Al HIdayah Haidarisbaiti belum bisa ditemui serta belum bisa menyampaikan keterangan kepada wartawan ini karena disaat bersamaan dirinya bersama dewan guru masih melangsungkan rapat kendati selama Ramadan kegiatan belajar mengajar diliburkan

Maya, salah satu siswa kelas II SMK Al Hidayah  jurusan multimedia mengakui selama belajar di SMK asyik-asyik saja. Sebagai warga setempat, kehadiran SMK itu sangat strategis. Sebelum hadirnya SMK itu,  kakak-kakanya yang ingin melanjutkan ke SMA atau SMK harus keluar kecamatan bahkan mendaftar sekolah ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kandangan).”SMK Al Hidayah seperti sekolah favorit di sini.  Pendaftarnya sangat banyak setiap tahun,” pungkasnya.(mam)

No Responses

Tinggalkan Balasan