Saturday 21st July 2018

Tak Disangka, Nyetrum Ikan Hasilnya Menggiurkan

ilustrasi setrum ikan (foto:net)

SUARABANUA.COM, BARABAI – Praktik penyetruman ikan yang merajalela di perairan umum yang sebagian besar rawa di Hulu Sungai Tengah hasilnya sangat menggiurkan. Diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah tiap bulan mengalir ke dompet pelaku, padahal aktivitas itu hanya dilakukan sepekan 2 kali.

Bahkan, Kasful Anwar yang duduk di kursi terdakwa karena menyetrum ikan,  tahun ini rencananya naik haji. Pantas saja, penyetruman ikan di rawa sulit diberantas, kendati berkali-kali para pelaku di lapangan mengaku tidak memiliki pekerjaan lain selain menyetrum, ternyata itu hanya alasan yang dijadikan modus untuk membenarkan praktek tersebut. Pasalnya, perputaran duit sangat besar.

Hal itu terungkap dari persidangan yang dijalani oleh Kasful Anwar alias Apul (33), warga Desa Rantau Bujur, Kecamatan Labuan Amas Utara, kemarin (16/5) siang di PN Barabai. Pria yang dua tahun lebih mencari ikan dengan cara illegal itu berhasil ditangkap di perairan umum Desa Samhurang ole dua Anggota Pol Air Sugiono dan Fanlega HB setelah mendapat informasi dari masyarakat. Sidang sendiri menghadirkan saksi ahli yaitu Nanda Otremoles, Pengawas Perikanan dari Satwas SDKP Banjarmasin, Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Menurut Apul, ia sangat memahami bahaya yang selalu mengintai saat menyetrum ikan, selain ikan yang mati lemes, nyawanya pun bisa tewas. Dari pengakuannya, terpaksa melakukan karena tidak banyak profesi yang bisa dilakukan.”Bila banyak permintaan ikan, saya sering juga menyetrum, paling sedikit bisa membawa hasil 10 kg ikan,” katanya di hadapan Majelis Hakim Barabai.

Apul membenarkan, bila menyetrum ke perairan umum selalu berkelompok dan biasanya lokasi yang sangat menggiurkan adalah kawasan Samhurang. Ia pun mengakui jika tertangkap hanya apes dan tidak bisa lari saat dikejar aparat kepolisian.”Saat itu tidak sempat melarikan diri akibat tali gas kapal saya putus,” ujarnya tertunduk lesu.

Nanda Otremoles menyatakan, praktek penyetruman sangat dilarang keras di perairan umum. Daya rusak setrum sangat mengganggu ekosistem ikan, bahkan telur ikan pun tidak bisa menetes setelah kena sengatan listrik dari pencari ikan yang biasa menggunakan genset. Pihaknya menyatakan, salah satu bentuk pencegahan adalah dengan menggelar sosialisasi, pembinaan dan teguran. Bila tetap melanggar tentu harus diajukan ke meja hijau.

Ajib, salah satu warga Samhurang membenarkan tentang sumberdaya ikan di kawasan Samhurang yang jadi “harta karun” siap diambil kapan saja. Samhurang selama ini selalu terjaga karena warganya sadar tidak menyetrum apalagi pakai racun untuk menangkap ikan, pihaknya lebih mengedepankan pembudidayaan dibanding penyetruman.

“Kami yang jaga perairan ini tidak diestrum, malah warga dari kampung sebelah yang menyetrum. Makanya kami sangat marah dan meminta aparat tidak segan menindak,” pungkasnya.(mam)

No Responses

Tinggalkan Balasan