Sunday 22nd July 2018

Waduk Belum Diserah Terimakan, Ada Apa ???

Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah

SUARABANUA.COM, KOTABARU – Musim kemarau sudah mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat dan itu sangat erat kaitannya dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat karena menjadi hal urgent saat tidak ada air. Untuk Kabupaten Kotabaru sendiri sudah menjadi kebiasaan dalam setiap tahun apabila tibanya kemarau maka terlihat kesulitan masyarakat mendapatkan air, dan waduk yang berada di Gunung Ulin belum mampu memberikan solusi untuk seluruh masyarakat Kotabaru.

Dengan dibangunnya waduk Gunung Tirawan dengan daya tampung mencapai 200 ribu meter kubik diharapkan akan mampu membantu suplay air bersih di beberapa titik di dalam wilayah perkotaan seperti halnya wilayah Hilir Muara, Tirawan, Agus Salim dan daerah lainnya. Akan tetapi, hingga sekarang belum diserah terimakan kepada pihak pengelola yang dalam hal ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru sehingga belum bisa maksimal dikelola untuk pemenuhan kebutuhan air ditengah-tengah masyarakat.

Dikonfirmasi oleh Suara Banua Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah SH MH diruang kerjanya mengatakan bahwa, untuk sekarang sudah memasuki musim kemarau meskipun belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat karena air masih dirasa mudah didapatkan. Namun, apabila tampungan air sudah mulai kering pastinya akan menjadi pemikiran bersama.

“Sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau dan bisa dilihat sudah mulai terjadi penurunan debet air di waduk atau berada di ambang batas normal,” tuturnya.

Disambungnya, ada beberapa daerah yang dulunya sangat sulit mendapatkan aliran air bersih saat kemarau namun untuk sekarang dengan adanya waduk Tirawan dinilai sangat membantu hanya saja belum diserah terimakan kepihak PDAM sehingga belum bisa dikelola secara maksimal.

“Pembangunannya sendiri sudah selesai dan sementara kami dari PDAM hanya sebatas ijin kelola dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru, hingga saat ini belum ada kapan akan diserahkan ke PDAM dan kami masih menunggu,” terangnya kemudian.

Masih kata Ipan, di tahun 2017 ada beberapa proyek pengerjaan yang berkaitan dengan air misalkan saja di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kotabaru ada rehabilitasi instalasi pengolahan air, kemudian pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air ada juga pelaksanaan terkait dengan pembebasan lahan di kawasan Gunung Perak serta pembuatan inkubator di waduk Gunung Ulin.

“Tentu kita berharap proyek tersebut bisa dilaksanakan di tahun 2017 ini agar kedepan pengelolaan air minum akan semakin baik lagi,” jelasnya.

Berkenaan dengan itu, di mintai keterangan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru, Abdul Hamid menjelaskan, untuk saat sekarang masih dalam proses untuk serah terimanya langsung dari balai wilayah sungai Kalimantan II.

“Sebenarnya bisa saja di kelola tinggal mengatur posisi pintu air supaya jangan menyebabkan genangan air di lahan milik masyarakat kurang lebih mencapai 2 hektar, dan memang ada rencana untuk pembebasan lahan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, dan untuk serah terima sementara untuk bisa di operasionalkan,” katanya.

Pada kesempatan lain, dikonfirmasi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotabaru, Cucu Kusmayancu menjelaskan bahwa, sebagaimana dengan prakiraan cuaca dilihat dari satelit khususnya daerah Pulau Laut dan Kelumpang akan masuk kemarau pada pertengahan bulan Agustus dan puncaknya terjadi pada bulan Oktober 2017 nanti.

“Berdasarkan perkiraan kami melihat dari data yang ada untuk wilayah Pulau Laut dan Kelumpang masuknya kemarau pada pertengahan Agustus dan puncaknya pada Oktober 2017,” terangnya. (FR)

No Responses

Tinggalkan Balasan