Sunday 22nd July 2018

WOW, Rp12 Miliar Hanya Untuk…

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kotabaru, Khairian Anshari

SUARABANUA.COM, KOTABARU – Sebagaimana visi misi Pemimpin Kotabaru H Sayed Jafar dengan Burhanudin, salah satu programnya pengembangan sektor pariwisata. Sektor ini tentunya akan banyak pekerjaan yang mesti dilakukan, utamanya dalam pembenahan sisi infrastruktur pendukung karena itu adalah modal utama.

Pada 2017 ini melalui pendanaan APBD, ada 2 lokasi yang akan dikembangkan yakni kawasan Siring Laut dan ikon wisata pantai Sarang Tiung, pembiayaannya pun boleh dikatakan lumayan besar kurang lebih Rp12 miliar. Dana tersebut untuk kawasan Siring Laut sebanyak Rp7 miliar dan Rp5 miliar diarahkan ke Sarang Tiung.

Untuk Siring Laut sendiri, pembangunannya sempat terhenti yang dilaksanakan oleh PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) beberapa waktu, kemudian dihibahkan ke Pemkab Kotabaru untuk bisa meneruskannya.

Dikonfirmasi Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Khairian Anshari, saat ditemui diruang kerjanya didampingi oleh Kepala Seksi Pengembangan Pariwisata Gusti Muhammad mengatakan, Keinginan dari Bupati Kotabaru di 2017, ada 3 lokasi yang harus diperhatikan yakni area Siring Laut, pantai Sarang Tiung dan terakhir adalah kawasan ekowisata Hutan Meranti, di Desa Sebelimbingan dan dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah.

“Kami telah melakukan beberapa pembenahan selain membangun infrastruktur, juga sedang mempersiapkan ekspose ke Bupati Kotabaru terkait dengan Siring Laut dan Sarang Tiung yang akan di kerjakan nantinya,” tutur Khairian.

Disambungnya, khusus untuk di Sarang Tiung nantinya akan dibuatkan rest area dan beberapa sarana pendukung lainnya. Itu akan merubah wajah dan menjadi harapan semakin menarik minat para pelancong, dan ujung-ujungnya selain menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta akan semakin dikenal. Sementara, untuk kawasan Siring Laut akan melanjutkan pengerjaan yang sempat terhenti dan secara bertahap, terutama pada tiang-tiang beton yang sudah berdiri tegak.

“Saat sekarang masih dalam tahap proses lelang yang diharapkan pada akhir April 2017 sudah ada konsultan perencananya, kemudian persiapan lelang fisik setelahnya kemungkinan Juni 2017 baru akan ada action. Kami juga tengah mempersiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam rangka tahun jamak, pembangunan Siring Laut dan pantai Sarang Tiung karena di 2018 mendatang sudah memakai sistem tahun jamak,” terangnya menambahkan.

Masih menurutnya, sebagaimana yang telah tertuang didalam dokumen RPJMD Kotabaru, ada 5 destinasi yang menjadi perhatian yaitu, Siring Laut dan Sarang Tiung, wisata pulau Samber Gelap yang berada di Kecamatan Pulau Sebuku, ekowisata hutan Meranti dan air terjun Tumpang Dua, wilayah Tanjung Kunyit dan terakhir adalah wisata pulau-pulau kecil yang tentunya juga sangat bagus untuk dikembangkan kedepannya.

“Akan tetapi bukan berarti destinasi lainnya tidak menjadi perhatian, karena disadari di Kotabaru sendiri sangat banyak destinasi wisata yang bisa dijadikan sebagai andalan daerah dan itu sangat menjanjikan, dan terakhir dari sisi promosinya kami mencoba untuk berkreatifitas dengan membuat website pariwisata yakni www.wisatakotabaru.id, juga akun Facebook, Twitter dan Instagram serta mengikuti beberapa event pameran expo baik ditingkat lokal sampai nasional,” terangnya pula.

Menanggapi rencana pengembangan tersebut, salah seorang warga Kotabaru saat dimintai tanggapan mengungkapkan, ia berharap pengerjaannya nanti dilakukan dengan baik yang tentunya mengarah pada kemajuan pembangunan di Kotabaru.

“Kita sebagai masyarakat tentunya akan support selama itu untuk kemajuan daerah, yang terpenting adalah dilaksanakan sebagaimana harapan bersama dan kita sadari memang destinasi wisata di Kotabaru sangat begitu banyak dan itu perlu dikembangkan kedepannya seperti daerah-daerah lain di Indonesia,” ungkap Nana berharap. (FR/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan