Tuesday 17th July 2018

Hmm, Kenapa ya “Penjual Jasa” Ini Disidang

Foto Ilustrasi-net

SUARABANUA.COM, BANJARBARU – Sidang untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring saat razia pada Selasa malam lalu dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru. Dengan terdakwa sidang 1 PSK, 1 Pelanggan dan seorang mucikari, Kamis (20/4) sekitar pukul 12.30 WITA.

Terdakwa yang disidang adalah JM (43) yang berprofesi sebagai PSK, Terdakwa yang kedua LS (58) sebagai mucikari, sedangkan pria hidung belang itu berinisial HN (53), warga Jalan Kelayan A Banjarmasin.

Awalnya, terdakwa ini terjaring razia di warung makan milik LS yang berada di Jalan Kenanga Pembatuan, Banjarbaru. Sidang yang dilaksanakan di PN Banjarbaru itu setelah tidak lama dari
peringatan Hari Jadi Kota Banjarbaru yang ke 18. Walikota Banjarbaru Nazmi Adhani menyebutkan, bisa menutup tempat prostitusi pembatuan pada Desember 2016 lalu.

Saat di konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, dari ditutupnya kawasan Pembatuan sampai saat ini, pihaknya sudah tiga kali melakukan penangkapan dengan jumlah yang terjaring adalah 8 orang.

“Kami sudah melakukan beberapa razia di kawasan tersebut, hasilnya juga ditemukan masih ada yang melakukan praktik prostitusi padahal tempat itu sudah ditutup akhir tahun lalu,” ujarnya.

Dihadapan petugas, JM mengaku kalau dirinya kembali  pada pekerjaan lamanya sebagai seorang PSK sekitar satu bulan ini, setelah sebelumnya sempat mendapatkan uang bantuan dari pemerintah Kota Banjarbaru. Selama satu bulan itu JM juga mengaku sudah beberapa kali menerima pelanggan yang memakai jasanya.

Ketiga terdakwa dikenai tipiring (tindak pidana ringan), terdakwa JM sebagai PSK dan dengan pelanggan dikenakan denda sebesar Rp750 ribu atau kurungan penjara selama 3 bulan. Untuk mucikari dikenakan
denda 750 ribu atau kurungan tahanan 15 hari. (AI/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan