Tuesday 17th July 2018

Wow…. Ternyata Masih Banyak Warga Tak Rasakan Listrik

PLTU- Lokasi PLTU di Desa Sigam yang masih belum berpoperasi

SUARABANUA.COM, KOTABARU – Penerangan listrik yang harusnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, karena menjadi salah satu kebutuhan di jaman sekarang. Namun ternyata, khususnya di Kabupaten Kotabaru masih banyak warga yang belum merasakan listrik seperti halnya di daerah lainnya. Hal tersebut juga dikarenakan belum terjangkaunya aliran dari PLN ke wilayah pelosok.

Ketua Komisi III DPRD Kotabaru Denny Hendro Kurnianto saat dijumpai oleh wartawan beberapa waktu lalu, usai rapat kerja dan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta menjelaskan, ribuan Kepala Keluarga (KK) atau sedikitnya 40 desa di Kotabaru hingga saat ini belum menikmati listrik dengan maksimal.

“Dalam pertemuan itu, kami mengusulkan pada pihak Kementerian ESDM untuk pemerataan energi khususnya listrik bagi masyarakat Kotabaru dan kami siap memenuhi persyaratannya. Selanjutnya, Pemkab dan Legislatif akan terus mengawal perjuangan ini,” tuturnya.

lanjutnya, saat masih Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) ada di Kabupaten/kota sudah ada harapan akan masuknya jaringan listrik di daerah, bahkan upaya clear dan cleaning lahan sudah dilakukan. Akan tetapi, dengan dilimpahkannya kewenangan dinas tersebut ke Provinsi dan pusat, ternyata komitmen yang sudah terbangun dalam pemerataan energi listrik itu kini tidak ada lagi alokasinya.

“Untuk anggaran 2017 dan 2018 tidak ada alokasi program energis listrik di Kotabaru. Oleh karenanya, perlu kerja keras untuk pengusulan ke Pemerintah Pusat agar kembali mendapat alokasi,” tambahnya.

Masih menurut Denny, dari hasil pertemuan tersebut ia menilai ada celah atau peluang bagi Kotabaru dalam mendapatkan program energi. Pasalnya, pusat mengungkapkan program pemerataan energi dikhususkan pada daerah-daerah Indonesia Timur berupa panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar Cell). Sedikitnya ada 23 Provinsi yang akan mendapatkan program itu, menjadi harapannya Pemkab Kotabaru menyambut informasi tersebut dengan serius mengajukan usulan terhadap program yang ada.

Sementara, sambungnya lagi, menyoal tentang belum dioperasikannya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Desa Sigam Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru yang berkapasitas 2 x 7 Mega Watt, meski pengerjaan proyek yang menelan dana miliaran rupiah dari APBN itu masih ada masalah terkait administrasi.

“Kami sangat mengharapkan kepada Bupati untuk turun tangan dalam mengatasinya, sebab prosentasi keberhasilan suatu program kalau Bupatinya yang turut maju berjuang bisa mencapai 100 persen,” harapnya.

Dilain pihak, salah seorang warga Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, Hartawan ketika dimintai tanggapan menyatakan, sangat baik jika Pemerintah Daerah Kotabaru baik itu Bupati atau Eksekutif maupun Legislatif secara kompak membuat suatu rumusan yang terkonsentrasi pada penyelesaian pembangunan hingga pengoperasian PLTU yang sekarang kondisinya sudah mencapai di atas 80% pembangunannya. Menurutnya, ada beberapa keuntungan bagi daerah jika hal itu terealisasi sebagaimana harapan.

“Tentu akan sangat berdampak baik misalkan saja seperti, mungkin ratusan tenaga kerja di butuhkan jika PLTU tersebut dioperasikan. Selain itu bisa juga perusahaan daerah dapat memanfaatkan pada bidang pengadaan bahan baku pembangkit tenaga uap PLTU, yang kita tahu dapat di manfaatkan dari batu bara, dan itupun banyak di Kotabaru dan lain sebagainya,” ujarnya. (FR/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan