Saturday 21st July 2018

Hmm Ternyata Tempat Kos Dijadikan Sarang…

foto net

SUARABANUA.COM, BANJARBARU – Puluhan mahasiswa dan remaja terjaring saat operasi razia yang dilaksanakan petugas Satpol PP Banjarbaru.

Dari operasi tersebut, sebanyak 21 remaja dan mahasiswa berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut 16 diantaranya dijaring saat mengadakan pesta miras dan zenith disalah satu kos-kosan di Banjarbaru.

Tidak hanya itu saja, saat ini disenyalir kos-kosan sering disalahgunakan penghuninya, seperti untuk pesta meras, zineth dan perbuatan asusila. Kondisi ini sudah menjadi perhatian dari pemerintah Kota Banjarbaru.

Saat dikonfirmasi Suara Banua Penyidik Perda Satpol PP Kota Banjarbaru Aries mengungkapkan, pihaknya terus beroperasi untuk memantau keadaan kost disekitar Kota Banjarbaru pada malam hari.

“Sampai hari ini kita terus memantau keadaan kos-kosan disekitar kota Banjarbaru. Selama ini Tim Elang yang kita tugaskan untuk memantau pergaulan anak-anak kos tidak sedikit menemukan kos-kosan yang dijadikan tempat mabuk-mabukan, judi bahkan pelanggaran asusila diantaranya mahasiswa,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja Tim Elang juga terjadi melakukan penangkapan terhadap anak punk yang mabuk menkonsumsi zineth dan lem. Aries melanjutkan, baru subuh tadi (rabu) pihaknya mengamankan 5 anak funk yang mabuk tidak sadar diri di taman Nan dlDer Vijl pusat Kota Banjarbaru. Di taman itu sering dikadikan tempat anak punk mabuk-mabukan.

Aris berharap Pemerintah Kota Banjarbaru, secepatnya untuk membuat rumah singgah agar adanya tempat penampungan dan pembinaan untuk para pengemis, anak jalanan dan orang stres dan para pengemis.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Kota Banjarbaru AR Iwansyah, Kota Banjarbaru memiliki perda nomor 6/2014, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan Perda Nomor 1/2013, tentang Pengaturan Rumah Kos.

“Apabila ada masyarakat yang risih atau terganggu kenyamanannya, karena ulah penghuni yang menyalah gunakan kos-kosan segera laporkan ke pihak yang berwajib, alangkah baiknya orang tuanya juga ikut di panggil agar ada efek jera untuk si pelaku. Kita harus sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi anak-anak yang nantinya agan menjadi generasi penggati. Anak-anak seperti mereka itu mesti dibina,” ucap Iwan.

Iwan melanjutkan, apabila ada kos-kosan yang sering melakukan pelanggaran, pemilik kost harus di proses. Selain itu juga para pemilik kos juga harus memantau agar pemilk kost dan pihal berwajib saling bersinergi.

Pemerintah Kota Banjarbaru juga masih memiliki tugas yang tak kunjung selesai. Dari pantauan tim elang Satpol PP Kota Banjarbaru, lokalisasi pembatuan masih beroperasi, sejak sore sampai jam 12 malam, keramaian masih menghiasi tempat yang sudah resmi di tutup oleh pemko Banjarbaru. (SB-08/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan