Tuesday 17th July 2018

Wah.. Ternyata Banjarbaru Belum Siap Ikuti UNBK

Emi Lasari, anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru memantau kondisi persiapan UNBK (istimewa)

SUARABANUA.COM, BANJARBARU – Menjelang Ujian Nasional, Kota Banjarbaru masih belum bisa menerapkan sepenuhnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penyebabnya, sekolah masih kurang sarana komputer dan server.

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, memantau beberapa sekolah yang akan menghadapi UNBK. Terlihat, beberapa sekolah tidak siap untuk menghadapi UNBK karena masih kurangnya fasilitas Komputer dan server yang ada di sekolah.

Seperti SMP 4 Landasan Ulin, ada 317 siswa yang siap untuk UNBK dengan hanya 90 unit komputer dan 2 server bantuan Dinas Pendidikan. Sekolah ini membagi siswanya menjadi 3 sesi, setiap sesi ada 106 siswa yang dibagi 3 ruangan, setiap ruangan memiliki kapasitas 26 dan 27 siswa. Inipun masih kurang 16 komputer dan 2 server. Terpaksa kekurangan ini ditutupi dengan pinjaman Laptop dan Notebook milik sekolah dan siswa.

Begitu  juga dengan SMP 15 Landasan Ulin yang hanya memiliki 14 komputer dengan 90 siswa, pelaksanaannya dibagi 3 sesi dalam setiap ruangan dengan kapasitas 30 siswa. Itupun masih kekurangan 16 Komputer, untuk menutupi kekurangan ditutupi dengan meminjam komputer, laptop dan notebook milik sekolah dan siswa, 1 server dipinjamkan pihak SMK 2 Landasan Ulin.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Iwansyah AR, mengatakan harus adanya pengkajian ulang tentang UNBK untuk Kota Banjarbaru.

“Kita harus mengkaji ulang tentang UNBK. Karena beberapa sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai seperti kurangnya komputer dan server. Untuk sekolah yang ikut UNBK di sekolah lain, juga terkendala jarak tempuh yang cukup jauh,” ujarnya.

Kedepannya, lanjut Iwan, pihaknya akan mengupayakan bus milik pemerintah bisa beroperasi untuk antar jemput siswa agar tidak memberatkan orang tua murid.

Melihat kesiapan sekolah-sekolah, anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru Emy Larasati mengungkapkan, beberapa sekolah terlihat memaksakan untuk menghadapi UNBK.

“Dari dua sekolah yang dilihat, sekolah tersebut tidak sarana  dan prasarana komputer yang belum maksimal untuk mengikuti UNBK. Kami menilai masih belum siap untuk menghadapi UNBK,” ungkapnya.

Emy juga menyarankan, untuk beberapa sekolah yang masih belum memiliki fasilitas lengkap untuk tidak mengikuti UNBK. Seperti pada beberapa daerah lain, terlihat masih banyak sekolah-sekolah yang tidak ikut UNBK. Belum lagi kita melihat ada beberapa sekolah yang ikut UNBK ke sekolah
lain yang harus menempuh jarak sangat jauh. Ini akan mengganggu konsentrasi siswa. (SB-08)

No Responses

Tinggalkan Balasan