Saturday 21st July 2018

OPS….. Penari ini Akan..

SUARABANUA.COM, BANJARMASIN – Setelah sukses mengadakan pelatihan tari bertajuk Dance Camp 2017 yang berlangsung 3-5 Februari 2017 lalu, EDP (Excelsior Dance Project) Banua kembali akan menggelar Seni Pertunjukan Eksperimental (SPEKTA) di alam terbuka 1 April 2017 mendatang.

SPEKTA akan dilaksanakan di lokasi yang sama yaitu Taman Hutan Raya Sultan Adam (TAHURA) Mandiangin Kabupaten Banjar dengan tema TANAH HABANG.

Gita Kinanthi, penari kontemporer sekaligus Direktur EDP (Excelsior Dance Project) menjelaskan, pengambilan tema terinspirasi dari situasi dan kondisi lingkungan Mandiangin yang didominasi tanah berwarna habang (merah).

“Mandiangin itu kan didominasi dengan tanah habang makanya tema kita pada kegiatan ini adalah Tanah Habang,” ujar Githa.

Dalam pertunjukan tersebut Anggota EDP (Excelsior Dance Project) akan menuangkan ide dan gagasannya hasil dari pelatihan sebelumnya dalam bentuk karya tari kontemporer di alam terbuka.

Githa juga menjelaskan, dalam pertunjukan Tanah Habang nantinya tidak akan menggunakan listrik dan teknologi modern pada umumnya. Karena menurutnya, segala sesuatu yang ada di alam dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pertunjukan tersebut.

“Kita tidak akan menggunakan penerangan listrik dan teknologi modern dalam pertunjukan nantinya. Bukan karena kita menolak, tapi dalam pertunjukan kali ini kita berpegang pada prinsip bahwa di alam segala sesuatu itu sudah tersedia. Contohnya seperti musik kita tidak perlu membawa alat musik, karena musik yang terjadi secara alami di alam itu sebenarnya dapat kita gunakan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan terlaksananya kegiatan SPEKTA tersebut EDP melibatkan beberapa seniman lokal dan kawan-kawan pencinta alam, seperti YS Agus Suseno sebagai penasihat, Syahriel M Nor sebagai penata artistik, Arif Fadillah sebagai penata musik, Anom Prayogi sebagai penata cahaya dan kawan-kawan dari Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam Suryanata (GEMPA SURYANATA) STKIP PGRI Banjarmasin.

Pertunjukan yang dibuka untuk umum tersebut diharapkan Githa dapat menjadi pemicu para pelaku seni agar terus berkarya dan lebih mengedepankan proses dalam berkarya.

“Kami berharap semoga dengan kegiatan ini dapat menjadi pemicu para pelaku seni, untuk berkarya tidak harus selalu di dalam gedung pertunjukan dan untuk berkarya proses adalah hal yang utama” ujarnya kepada Suara Banua. (SB-09)

No Responses

Tinggalkan Balasan