Thursday 16th August 2018

Warga Tuntut Buka Jalan Tambang

Ilustrasi (foto:net)

BANJARBARU,SB – Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), tampak lain dari biasanya. Aparat kepolisian, TNI hingga aparat Satpol PP Pemprov dan Kota Banjarbaru tampak bersiaga dengan peralatan Anti huru-hara, Senin (27/2).

Pasalnya, ratusan warga Kabupaten Tapin dan Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, kedatangan warga tidak lain untuk menuntut Gubernur Kalsel membuka portal jalan tambang yang ditutup.

Demo ini dipicu karena penutupan paksa jalan tambang, yang menghubungkan stockpile tiga pelabuhan khusus (Pelsus) batubara di Kabupaten Tapin dan Barito Kuala sejak Kamis pekan lalu. Keputusan penutupan hauling road karena lalu lintas di ruas jalan itu semakin ramai dan membahayakan pengguna jalan umum, ruas jalan Kabupaten Tapin– Kabupaten Barito Kuala sudah berstatus jalan nasional sejak 2014.

Pengunjuk rasa ini sebagian besar dari Tapin yang merasa dirugikan atas langkah pemerintah Provinsi Kalsel yang menutup jalan angkutan tambang batubara.
Setelah menyampaikan orasi di halaman Kantor Gubernur, perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Haris Makkie, selanjutnya pertemuan tertutup dilakukan di aula Sekda Provinsi.

Koordinator Aksi  Aspihani Ideris mengungkapkan, pertemuan itu tidak berhasil mencapai titik temu, sebab Gubernur Sahbirin Noor, yang punya kewenangan tidak hadir dengan alasan berada di luar daerah.

“Pemprov salah dalam melakukan penutupan jalan tambang tersebut, sebab itu adalah jalan khusus dan bukan jalan negara, jalan itu telah dibangun Hasnur Grup menuju Pelsus dari Sungai Puting.  Sedangkan jalan Negara yang dibangun adalah jalan baru dan hanya saja kebetulan bertemu di beberapa titik,” ujarnya.
Karena hari ini tidak ada keputusan lanjutnya, serta tuntutan kami tidak dipenuhi. Maka jangan salahkan jika masyarakat disana menutup semua jalan tambang yang menuju ke Pelsus di Sungai Puting, supaya semuanya tidak beroperasi.

“Pemerintah juga telah tembang pilih terhadap penutupan portal tersebut, masih banyak jalan tambang batu bara yang melintasi jalan negara.” Tambahnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Kalsel Haris Makkie menyatakan, ia tidak punya kewenangan untuk memutuskan permasalahan yang disampaikan perwakilan pengunjuk rasa. Tetapi akan menyampaikannya kepada Gubernur Sahbirin Noor, setelah pulang Gubernur dari tugas luar daerah.

“Kita menyambut baik kedatangan mereka yang menyampaikan aspirasinya tersebut, kita berharap ada solusi yang terbaik untuk semua,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menutup jalan tersebut dengan memasang portal 3 titik jalan tambang (Hauling), yakni di Talenta, Binuang Mitra Bersama dan Jalan Hasnur Group.(SB-15/SB-02)

No Responses

Tinggalkan Balasan