Thursday 16th August 2018

Bencana Berganti Rupa

Ilustrasi Banjir (Foto: net)

Saat ini banjir menjadi momok sebagian besar warga Kalsel. Saat berganti musim, dari hujan menjadi kering, banjir menyingkir, kini berganti asap dan kebakaran lahan.

Bahkan, datangnya kebakaran lahan dan asap seakan sangat sulit dihindari dan harus bersusah payah untuk diatasi. Tidak hanya itu saja, saat bencana asap datang diikuti dengan ISPA. Serangan penyakit ini tidak pandang bulu dari orang dewasa sampai bayi tidak bisa menghindarinya.

Walaupun saat ini menikmati musim hujan, setelah ini akan berganti dengan musim kemarau. Ada baiknya bersiap diri menghadapi datangnya musim kemarau. Bahkan diprediksikan tahun ini kemarau datang akan cukup panjang.

Saat ini, drainase menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, karena saat hujan turun banyak jalan yang terendam karena mampetnya saluran drainase. Namun, fokus itu juga beralih saat beralihnya musim. Dari air ke api, dari mampetnya drainase ke kebakaran lahan gambut.

Fokus perhatian bagaimana mencegah kebakaran lahan, mendapatkan perhatian khusus beberapa kabupaten di Kalsel yang langganan menyumbang hotspot saat kemarau. Tak tanggung-tanggung pemerintah sudah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan.

Tidak hanya sampai disitu saja, kepedulian dan peran serta warga juga sangat diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran lahan. Apalagi masih ada kebiasaan membuka lahan pertanian dengan membakar, cara itu dianggap efektif dan cepat.

Saat pergantian musim dan bencana, disitu akan terlihat kesiapan daerah dalam penanganannya, semau instansi terkait baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun Dinas Sosial. Kedua instansi ini tentunya harus bisa bekerjasama dan berkoordinasi dalam penanganan bencana. Sehingga semua siaga dalam penanganan bencana.

Pada prinsipnya masyarakat, apalagi para korban, tidak perlu tahu, dinas mana atau instansi mana yang menolong mereka. Para korban hanya membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat. Kalau dinas-dinas atau instansi mau berlomba, berkompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik, boleh-boleh saja. Yang pasti, dinas-dinas itu merupakan representasi dari negara. Dan, negara wajib memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. (SB-01)

No Responses

Tinggalkan Balasan