Saturday 21st July 2018

Pembatalan Perda; Saidan Akan Lakukan Penolakan

SaidanpPembatalan 3.143 Perda oleh Kemendagri yang diumumkan Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu menuai protes sejumlah kalangan. Pasalnya Perda merupakan regulasi yang dibuat daerah sebagai kristalisasi dari kehendak masyarakat daerah yang berciri khas kelokalan.

Berdasarkan pemberitaan di beberapa media dan informasi yang dihimpun berbagai sumber, salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan yang Perdanya dibatalkan oleh Pemerintah Pusat adalah Kabupaten Banjar.

Hal ini membuat Wakil Ketua DPRD Kab. Banjar Saidan Pahmi (20/6) bereaksi atas berita tersebut. “Kami akan mempertanyakan alasan pembatalan Perda tersebut, apalagi kalau Perda yang dibatalkan adalah Perda yang berciri khas Islam seperti Perda Ramadhan dan Perda Khatam Qur’an, mengingat Kabupaten Banjar adalah Kabupaten yang dikenal religius dengan Ibukotanya Martapura.”

Kalau alasan pembatalan Perda tersebut adalah menganggu toleransi antar umat beragama di Kabupaten Banjar, kami jelas tolak karena Perda tersebut sudah lama diberlakukan dan sejauh ini tidak ada persoalan yang mengganggu hubungan antar umat beragama, pungkasnya.

Anggota Dewan dari Fraksi Demokrat ini bahkan mencontohkan pemberlakuan Perda hari raya nyepi di Bali, sejauh ini umat agama lainnya tidak mempersoalkan, begitu juga semestinya Perda Ramadhan, karena Kabupaten Banjar selain mayoritas beragama Islam, daerahnya terkenal Agamis.

Kami akan membicarakan kepada Bupati Banjar terkait langkah yang akan ditempuh apabila pembatalan perda tersebut benar adanya. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini kami akan mempertanyakan hal ini ke Kementerian Dalam Negeri tentang kebenaran berita tersebut, tambahnya. (SN)

No Responses

Tinggalkan Balasan