Tuesday 17th July 2018

PLN Susun Kebijakan Atasi Defisit Listrik

 pln kalselteng
PT PLN Wilayah Kali­man­tan Selatan dan Ka­limantan Tengah (Kal­selteng) menyusun kebijakan dan langkah mengatasi defisit daya listrik. Di antaranya dengan me­m­per­cepat pemba­ngun­an dan ope­rasional pem­bangkit listrik yang ada atau bisa pula men­datangkan mesin dari luar daerah.
General Manager PT PLN Wi­layah Kalselteng Purno­mo saat jumpa pers yang di­­gelar ber­sama Pemprov Kal­­sel di PWI Provinsi, Senin (18/4/2016), mengatakan bahwa langkah strategis berupa per­cepatan mutlak dilakukan untuk mengatasi krisis atau defisit daya listrik di Kal­selteng sejak tiga bulan terakhir.
Beberapa langkah strategis tersebut seperti percepatan ope­­rasional PLTU Pulang Pi­sau, Kalteng, yang memiliki daya 2×60 megawatt dan per­cepatan pekerjaan jalur tran­misi 150 kilovolt yang akan menyalurkan daya listrik dari PLTMG Bangkanai ber­kapasitas 155 megawatt.
“Kini seluruh kekuatan yang dimiliki PLN dikerahkan untuk dapat menyelesai­kan percepatan pekerjaan dua pembangkit tersebut, se­hing­ga paling tidak September 2016 sudah dapat masuk ke Sis­tem Barito supaya tidak ada lagi pemadamam bergilir seperti saat ini,” katanya.
Secara umum, dijelaskannya, sejak Januari 2016 sistem kelistrikan Kalselteng meng­alami defisit daya menyusul pe­meliharaan pembangkit di PLTU Asam-Asam. Total defisit daya biasanya terjadi saat be­ban puncak, yang men­ca­pai 68,4 megawatt.
Menurut dia, pada saat kon­disi normal daya ke­listrikan Kalselteng sebesar 506,1 megawatt dengan beban pun­cak tertinggi 505,1 megawatt. Sedangkan produksi daya pembangkit terbesar 65 me­gawatt, sehingga secara umum sistem kelistrikan di wilayah ini belum andal.
Kondis itu terjadi ka­re­­na se­jak 2013 sama sekali ti­dak ada penambahan pem­bang­­kit baru. Sedangkan penyele­sai­an proyek pembangkit dan transmisi te­rus mundur da­ri jadwal yang ditetapkan. Padahal per­tumbuhan pe­lang­gan cukup tinggi.
“Selain kerja keras PLN, pe­­nyelesaian seluruh peker­ja­an terkait pembangkit dan tran­s­misi yang masih terken­da­­la memerlukan du­kungan se­mua pihak, baik pemerintah maupun ma­sya­rakat.”
Sambil menunggu percepat­an proyek pembangkit dan transmisi di PLTU Pulaung Pi­­sau dan PLTMG Bangkanai, PLN Kalselteng juga melakukan relokasi PLTD dari Bali dan Riau dengan daya total se­besar 50 megawatt. Saat ini PLTD itu sedang da­lam perjalanan menuju Pe­labuhan Trisakti Ban­jarma­sin.
Untuk program jangka pen­­dek mengatasi defisit da­ya ialah melalui tambahan pem­belian daya listrik dari swas­ta yakni dari PT Dua Sa­mudra Perkasa sebesar 6 MW, PT Cahaya Borneo Suk­ses Agrosindo 3 MW, PT CHONC tahap I 10 MW, dan PT CHONC tahap II 10 MW .
(ANT/B-3)
sumber : http://www.borneonews.co.id/berita/31674-pln-susun-kebijakan-atasi-defisit-listrik

No Responses

Tinggalkan Balasan