Thursday 16th August 2018

Menyongsong HPS 2018, Sungai Handil Bakti dan PKL Mulai Dibersihkan.

 

 

SUARA BANUA.COM,BATOLA-Menyongsong Hari Pangan Sedunia (HPS) Oktober 2018 yang di pusatkan di Kabupaten Barito Kuala,tepatnya di Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit Kalimantan Selatan,  terus berbenah. Jalur darat  yang dilintasi pejabat negara yang menuju lokasi HPS tak luput  dari pembersihan dan penertiban. Salah satunya kawasan Handil Bakti Kecamatan Alalak Barito Kuala. Aliran sungai dan PKL yang ada di sepanjang kawasan ini mulai dibersihkan.

Menurut iswansuri, salah seorang pekerja pembersihan sungai Handil Bakti, pembersihan tersebut  ditangani UPT Kebersihan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang, Kabupaten Barito Kuala.
Disinggung apakah pembersihan tersebut, merupakan bagian  dari paket pemeliharaan rutin DIR Handil Bakti yang dilakukan Balai Sungai? Iswansuri menampiknya.
” Pembersihan sungai ini, rutinitas  dari kegiatan UPT Kebesihan. Tidak ada kaitannya dengan Balai Sunga,” kata dia, saat berada di lokasi pembersihan Sungai Handil Bakti, Rabu (8/8/2018)
Camat Alalak Haris Isroyani, juga mengaku tidak tahu, kalau di wilayahnya  ada kegiatan pemeliharaan DIR Handil Bakti di tahun 2018 ini. Namun ia mengakui usulan rehabilitasi aliran sungai sungai Handil Bakti sudah disampaikan beberapa kali  ke Balai Sungai.
” Andai memang benar di tahun 2018 ini ada paket pemeliharaan rutin DIR Handil Bakti, itu sangat tepat sekali dengan kondisi alam saat ini”; jelas Camat Alalak ini.
Namun sejauh ini lanjut Haris, Balai Sungai tidak ada melakukan koordinasi soal itu dengan pihak kecamatan Alalak. Dirinya juga berharap, kegiatan semacam itu bisa memanfaatkan tenaga manual yang bersifat padat karya. Tidak melulu menggunakan alat berat. Mengingat kawasan Handil Bakti cukup padat dengan bangunan. Jembatan.
Saat ditanya soal penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), Camat Alalak ini menjelaskan bahwa kegiatan itu untuk mengembalikan fungsi taman yang ada dikawasan Handil Bakti., sesuai arahan Bupati Barito Kuala.
Sedikitnya ada  160 PKL yang berjualan di sepanjang kawasan Handil Bakti, termasuk di areal taman. Untuk penertiban itu sendiri, tutur Haris Isroyani, sudah beberapa kali dilakukan pendekatan dengan para pedagang.
” Sejatinya para pedagang tidak keberadaan dengan penertiban itu, asal dilakukan menyeluruh. Pihak kecamatan sendiri berencana merelokasi seluruh pedagang ke Lokasi Pasar Handil Bakti yang dikategorikan cukup layak untuk mereka berdagang,” beber Camar Haris Isroyani.(zie)

No Responses

Tinggalkan Balasan