Sunday 20th May 2018

KEMIRI DAN JENGKOL DOMISILI PENANAMAN SERENTAK DI DESA TIWINGAN

 

 

SUARA BANAU, MARTAPURA-Melalui gerakan revolusi hijau yang telah digagas Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor sejak 3 Februari 2017 lalu terbukti mampu mengurangi luasan lahan kritis di daerah berjuluk Bumi Lambung Mangkurat.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Dr Hanif Faisol Nurofiq, spirit revolusi hijau tersebut menjadi ruh energi luar biasa dalam upaya bersama mengurangi lahan kritis.

a menjelaskan, berdasarkan data Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDAS-HL) luas lahan kritis di Kalsel seluas 640.708 ribu hektare. Angka itu menunjukkan kalau daerah Kalsel masih memiliki luas lahan kritis yang sangat besar.

“Untuk mengurangi atau merehabilitasi lahan kritis itu, perlu langkah konkret bersama, baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menyelamatkan lahan dari kekritisan,” ucap Hanif pada kegiatan penanaman Serentak Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Izin Pinjaman Pakai Kawasan Hutan (LPPKH) di Dusun Sungai Luar, Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Rabu (18/4/2018).

Angka ini, lanjut Hanif, termasuk peringkat bawah di antara provinsi lain di Indonesia yakni, peringkat 26 dari 34 provinsi. Melalui ikhtiar kerja bersama dan sinergitas antar seluruh komponen masyarakat, ditargetkan pada 2019, IKLH harus naik paling tidak menjadi 68,5 persen.

Hanif menjelaskan , dari luas 200 hektare lahan kritis yang dihijaukan melalui Kegiatan Penanaman Serentak Rehabilitasi DAS IPPKH yang dipimpin Gubernur H Sahbirin Noor ditanami kemiri dan jengkol.

Diharapkan enam tahun kedepan, wilayah Kalsel terutama di kawasan Tahura Sultan Adam akan panen kemiri dan jengkol besar- besaran . “Efek positif menanam ini akan meningkatkan penghasilan bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor sangat mengapresiasi program – program terukur dari Dinas Kehutanan Kalsel. Salah satunya adalah turut menggaungkan Gerakan Revolusi Hijau melalui kegiatan-kegiatan rehabilitasi lahan kritis dan penghijauan.

Pada kegiatan itu, Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas lingkungan melalui aksi penanaman pohon sebagai pendukung Gerakan Revolusi Hijau. “Mari kita selamatkan bumi anugerah Allah ini dengan menjaga dan memeliharanya. Salah satunya adalah dengan cara menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” ajaknya.

Pada kegiatan dihadiri pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Forkopimda, Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Sekdaprov H Abdul Haris Makkie, Kepala Biro Humas dan Protokol Kurnadiansyah dan Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan LIPI dan Balai Besar Dipterokarpa.(humas banjar)

No Responses

Tinggalkan Balasan