Sunday 20th May 2018

Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Kecamatan Banjarbaru Selatan

SUARA BANUA,Banjarbaru- Selasa (17 April 2018) Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru  Dr Hj Rahma Khairita menghairi sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Inklusif di wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan. Bertempat di Aula Kecamatan Banjarbaru Selatan Banjarbaru. Tampak Plt Kecamatan Banjarbaru Selatan H Indra Putra, Narasumber Dr Pagan Pambudi MSi, dari Departemen Ilmu Penyakit FK ULM/RSUD Ulin Banjarmasin dan Husnul Khatimah dari Pokja Pendidikan Inklusif Kota Banjarbaru, Ketua RT/RW dan Tokoh agama se Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Lia selaku panitia mengatakan bahwa maksud dan tujuan di adakannya Sosialisasi Pendidikan inklusif di wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan adalah untuk menambah wawasan bagi para peserta sosialisasi terkait Pendidikan inklusif di Kota Banjarbaru. Diharapkan pula dengan adanya sosialisasi ini, para peserta dapat membagikan ilmu pengetahuan yang didapat kepada masyarakat umum tentang apa artinya Pendidikan Inklusif. Materi yang disampaikan kepada peserta adalah sosialisasi terkait Pendidikan inklusif. Peserta sosialisasi adalah Ketua RT/RW, Tokoh Agama/Masyarakat dan unsur perempuan Kelurahan se Kecamatan Banjarbaru Selatan. kegiatan Sosialisasi Pendidikan inklusif di wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan selama satu hari.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru  Dr Hj Rahma Khairita mengatakan bahwa pada Peringatan Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu, Banjarbaru dijadikan sebagai Kota Inklusif. Di Kota Banjarbaru ada sekitar ± 500 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan di Banjarbaru ada 50 sekolah PAUD/TK, 20 SD dan 9 SMP yang sudah siap menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kata Hj Rahma Khairita. Memang kita ingin menerima semua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di semua sekolah reguler yang ada di Kota Banjarbaru, namun dengan syarat di sekolah tersebut harus ada guru khusus yang menangani Anak Berkebutuhan Khusus.

Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah titipan dari Allah SWT kepada kita para orang tua yang mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), kita perlu mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Oleh karena itulah sangat penting Sosialisasi Pendidikan inklusif dilaksanakan agar asyarakat dapat menerima adanya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini di masyarakat, kata Hj Rahma Khairita.

Pada kesepatan itu Dr Pagan Pambudi MSi dalam paparannya menyampaikan tentang deteksi dini autisme masa kanak. Amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penaganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupakan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin muda.(humas)

No Responses

Tinggalkan Balasan