Friday 20th July 2018

Polemik Baru Amin Rais, “Partai Setan dan Partai Allah” Picu Reaksi

 

 

SUARA BANUA,JAKARTA-Pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia dengan sebutan partai setan dan partai Allah, memancing polemik.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan, statemen tersebut tidak seharusnya dikeluarkan, sebab akan membahayakan situasi politik saat ini.

“Jadi mendasarkan pada dua kutub ektrim itu tidak tepat. Nanti akan ada perdebatan teologis lagi, itu membahayakan,” ungkap Sarmuji, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Sarmuji, mengkategorikan dua kubu tersebut tidak mencerminkan demokrasi di Indonesia saat ini. Di mana politik kita mengajarkan kepemimpinan yang demokratis dan damai.

“Tidak identik dengan yang terjadi di Indonesia, apalagi dalam konteks demokrasi tujuannya adalah menjadi instrumen sirkulasi kepemimpinan yang demokratis dan damai. Jadi kalau seperti itu tidak ada kutub ekstrim seperti itu hisbullah (partai Allah) dan hisbu syaiton (partai setan),” tegas Sarmuji.

Lebih lanjut Sarmuji menduga bahwa seringnya Amien mengeluarkan statemen kontroversi belakangan ini, merupakan bagian dari manuver politiknya jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Bahkan gaya penyampaian pendapat Amien dianggap meniru gaya komunikasi Presiden Amerika, Donald Trump. Di mana mereka sama-sama membuat sesuatu yang kontroversi guna mendongkrak popularitas di mata masyarakat.

“Kalau dari cara melihat Pak Amien mengeluarkan statemen, mungkin Pak Amien sedang meniru gaya komunikasinya Trump, barangkali semakin membuat kontroversi semakin populer. Saya kok lama-lama memiliki pemikiran Pak Amien ini punya agenda ingin menjadi cawapres dengan gaya komunikasi politik model Donald Trump,” kata Sarmuji.

Sementara itu, pakar komunikasi politik Universitas Padjajaran Bandung, Lely Arrianie juga turut menyesalkan pernyataan kontroversi Amien.

Lely menganjurkan agar para elite politik dapat memperlihatkan kecerdasannya dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

Sudah sepantasnya jika para tokoh-tokoh nasional ini menjadi cerminan bagi generasi-generasi muda yang suatu saat akan menjadi pemimpin di negeri ini. Dengan memperlihatkan diksi yang santun, maka akan memberikan pemahaman politik yang baik bagi publik.

“Tokoh-tokoh bangsa ini apalagi mengklaim tokoh reformasi, elite politik, marilah pertontonkan diksi-diksi atau kalimat kosa kata politik yang bisa jadi contoh, bisa jadi modeling politik ke depan, terutama yang akan diikuti generasi muda,” pungkas Lely.

Sebagaimana diketahui, saat memberikan tausiah pasca melaksakan salat subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4), Amien secara gamblang menyebut bahwa di Indonesia ada partai setan dan partai Allah.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien, Jumat (13/4) pagi.

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah partai setan itu, mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” tambah Amien.

Namun ketika dikonfimasi usai memberi tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja dia sebut sebagai partai setan.

“Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” katanya.

Di lain pihak, menanggapi adanya hal ini, Sekretaris PAN Eddy Soeparno mengatakan belum dapat memastikan maksud statemen seniornya tersebut. Sejauh ini ia mengaku baru mengetahui hal itu dari pemberitaan di media.

“Saya belum bisa komentar soal itu yah, saya belum ketemu dengan Pak Amien, saya belum denger langsung dari beliau. Saya juga baru tahunya dari media,” tukasnya. (**)

No Responses

Tinggalkan Balasan