Sunday 20th May 2018

Pelecehan Seksual di Jalanan Masih Terjadi

 

SUARA BANUA, BANJARBARU– Berkendara bagi sebagian perempuan bukan tanpa resiko, apalagi bagi perempuan yang mengendarai motor.

Sebut saja Mawar (24) tahun, Warga Kota Banjarbaru ini mengaku pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari para pengendara motor laki laki saat melintas dijalan Trikora.

Mawar (nama samaran) mengaku, saat itu memang telah memasuki jam malam, kira kira pukul 8 lewat.

Saat melintas, dua orang pria sedang berboncengan mengikutinya, kemudian tepat di jalan Trikora, ia digoda dengan cara yang tidak baik.

“Saya diajak berhubungan, tangannya di bikin begini begini (simbol ML) dan dia ikuti saya seperti orang yang mabuk,”

Kejadian itu terang saja Membuat Mawar panik, ia ketakutan setengah mati dan menjadi trauma untuk berkendara malam hari. Apalagi menurutnya di daerah tersebut kurang dalam penerangan jalan. Hanya lampu rumah penduduk saja yang ada. Dan itu pun sangat jarang.

“Saya jadi trauma, seolah olah orang dibelakang saya itu orang yang mesum tempo hari, saya selalu was was dan sekarang sudah tidak berani bawa motor,”

Menurut Mawar, persoalan ini memang persoalan masih mesumnya masyarakat, umumnya laki laki. sebab tubuh montok dan pakaian bukan persoalan utama.

“Kalau saya misalnya dinilai montok, itu bukan salah saya, itu anugrah tuhan. tapi ini masalah mesumnya masyarakat kita. Dan saya sebagai pekerja dengan tuntutan pulang jam malam, jangan disalahkan dong, kita semua mau keamanan, makanya saya kira ini catatan bagi masyarakat yang otaknya mesum,”

Kata dia, seharusnya masyarakat paham bagaimana perasaan perempuan, sebab ditengah zaman, perempuan entah itu merupakan anak, ibu, kemenakan dan cucu cucu, pasti khawatir kalau kalau perempuan tidak aman dari ancaman mesum.

“Harusnya kita semua paham, apa mau kalau anak perempuan kalian, ibu kalian, keluarga kalian mendapatkan kejadian yang sama kayak saya,”

Kareana itu Mawar berharap, masyarakat kita mesti berfikir soal perempuan, soal ketakutannya, sebab perempuan juga mau bekerja, mau menghidupi diri dan tidak mau dianggap sebagai objek pemuas laki-laki, pungkasnya.(RAH)

No Responses

Tinggalkan Balasan