Sunday 20th May 2018

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Disbudpar Banjar Gelar Pelatihan Kreatif

 

Martapura, suarabanua.com –  Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat Pengelola Destinasi Wisata Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar melalui Bidang Pemasaran Pariwisata mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 14 – 15 Februari 2018 bertempat di Kecamatan Pengaron dan diikuti oleh 30 orang peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Jahriah, S.Sos, M. Pd berharap, dengan diselenggarakannya Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat Pengelola Destinasi Wisata yaitu pelatihan sablon, dapat membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) termotivasi dan terinspirasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata.

Selain itu, membuka peluang usaha baru dengan keterampilan yang diperoleh dari membuat souvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Kecamatan Pengaron.

Pelatihan tersebut juga diisi dengan sejumlah materi, mulai dari pengenalan peralatan sablon, proses afdruk sablon, pengeringan alat sablon dan tutorial sablon dengan media kaos dan kantong Souvenir.

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan agar para masyarakat khususnya Pokdarwis Desa Pengaron  bisa mengetahui  tata cara membuat sablon dari awal sampai jadi.

“Dengan semangat dan ketekunan peserta dalam mengikuti pelatihan kami berkeyakinan bahwa hasil dari pelatihan ini akan berdampak pada peningkatan SDM yaitu keterampilan dalam membuat sablon, paling tidak  mereka sudah tahu prosesnya,” kata Jahriah, Senin (19/2).

M. Irianto yang menjadi trainer sablon mengungkapkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat kritis, dan dalam beberapa waktu saja sudah memahami jenis jenis sablon. Bahkan Kelompok Sadar Wisata di Pengaron sudah mempunyai rencana pengembangan dari pengalaman sablon tadi.

“Untuk lebih meningkatkan keterampilan peserta diperlukan sebuah wadah untuk menuangkan ide ide kreatif mereka. Sehingga nantinya akan bisa langsung memperaktekkannya. Tapi kalau hanya untuk mengetahuinya cukup itu saja,” kata Mas Anto panggilan akrabnya. (syd)

No Responses

Tinggalkan Balasan