Friday 22nd June 2018

PD Pasar Tertibkan PKL Pasar Bauntung Batuah Martapura

Pasar Batuah Martapura (foto: rynari.wordpress.com)

Martapura, SB – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar terapkan kondisi kondusif pasar Bauntung Batuah Martapura dengan mengatur tempat pedagang kaki lima (PKL) dan larangan menggunakan terpal.
Pasalnya Pasar Bauntung Batuah Martapura dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang berjualan menggunakan terpal, pihak PD pasar menghimbau agar PKL yang ikut berjualan di Pasar Bauntung Batuah, agar tidak meninggalkan sampah yang berserakan dan tidak menggunakan atap terpal apalagi terpal yang sudah rusak. Ini diharapkan bisa menjadikan pasar bauntung batuah menjadi pasar yang bersih tertib dan nyaman.
Dikonfirmasi Jum’at (29/12) oleh suarabanua.com PLT Direktur Utama PD Pasar Rusdiansyah di tempat kerjanya mengatakan, bahwa ini masih berbentuk himbauan untuk para PKL yang ada di pasar bauntung batuah bisa tertib dan bersih agar kondisi pasar bisa dirasa nyaman oleh pembeli.
“Kita masih berbentuk himbauan dan pemberitahuan sosialisasi kepada para PKL yang berjualan di pasar bauntung batuah agar para PKL bisa tertib bersih dan terlihat rapi serta membuat para pembeli merasa nyaman,” ujarnya.
Sementara ini menurut Rusdi, belum ada Perda yang mengatur secara khusus tentang PKL yang berjualan di pasar, walau sudah ada Perda tentang PKL namun hanya mengatur PKL secara umum saja yaitu dalam Perda Nomor 13 Tahun 2001.
Himbauan oleh PD pasar kepada para pedagang PKL yang ikut berjualan di pasar bauntung batuah untuk menyusun rapi atap terpalnya dan tidak menggunakan terpal yang rusak. PD Pasar sempat di serbu oleh para PKL unjuk protes pada bulann November lalu karena merasa keberatan dengan himbauan PD Pasar.
Rusdi menjelaskan, kita hanya meminta kepada para pedagang untuk tidak menggunakan terpal yang sudah rusak agar tidak terlihat kumuh dan bisa di pasang secara rapi.
“Kita hanya menghimbau meminta kepada para PKL untuk tidak menggunakan terpal yang sudah rusak dan menggantinya dengan yang baru serta menyusun dengan rapi agar pasar tidak terlihat kumuh. Sebenarnya kita dari PD pasar berhararap PKL tidak lagi menggunakan terpal tetapi nanti kita rencanakan membuat atap yang tidak terbuat dari terpal dan tahan lama untuk para PKL,” pungkasnya.
Ia melanjut, menanggapi isu pungutan liat terhadap para PKL pengakuannya tidak ada pungutan liar yang dilakukan oleh PD Pasar tetapi kita mengenakan biaya harian sebesar Rp. 4.000 untuk biaya kebersiahan Pasar.
“Kita hanya mengenakan biaya harian untuk PKL sebesar empat ribu rupiah dan biaya itu pun kita gunakan untuk upah para petugas kebersihan, kita juga sudah menghimbau PKL agar sampahnya di kumpulkan biar mudah petugas kebersihan memungutnya,” katanya.
“Walau dalam aturan PKL dilarang menggunakan jalan umum untuk berjualan, namun kebijakan yang diambil oleh PD pasar menempatkan mereka di jalan umum samping pasar bauntung batuah adalah upaya untuk menertibkan PKL yang dulunya berjualan di atas trotoar jalan kota sebagai bentuk perhatian terhadap PKL yang juga ingin mengais rezeki,” tutupnya. (syd)

No Responses

Tinggalkan Balasan