Tuesday 21st August 2018

Terganggu Angkutan Material, Jalan ke Sekolah Ditutup Warga

DIBLOK – Akses jalan menuju sekolah SMP 4 Sungai Tabuk yang diblok oleh warga, motor staff/Guru pun di larang lewat

 

Martapura, SB – Akses jalan menuju sekolah SMP 4 Sungai Tabuk diblok oleh warga karena dinilai mengganggu lalu lalang aktivitas masyarakat.

Jalan ditutup dengan menggunakan serpihan seng bekas yang ditopang dengan balok bertulisan menggunakan cat putih tetap di depan sekolah, “KENDARAAN/MENGANGKUT MATERIAL DILARANG LEWAT JALUR MUSALA AL-HIJRAH, WARGA,” “KENDARAAN DEWAN STAF GURU DILARANG LEWAT TTD WARGA,”.
Kepala sekolah SMP 4 Sungai Tabuk Fitri Jamilah lewat media suara telepon mengkonfirmasi bahwa benar adanya penutupan jalan akses menuju sekolah SMP 4 Sungai Tabuk oleh warga sekitar karena merasa terganggu.

Menurut Jamilah masalah ini sudah sejak lama bahwa warga merasa terganggu dengan aktivitas truk pengangkut kayu galam untuk pondasi bangunan sekolah waktu pertama kali dibangun.

“Waktu dulu awal membangun sekolah Itu dari awal pengurukan, pengantaran kayu galam buat pondasi bangunan, lalu lalang truk mengganggu aktivitas warga sekitar dikarenakan jalan yang sempit dan membuat jalan bertambah rusak,” ujar Jamillah.

Ia melanjutkan bahwa saat ini juga sedang ada pembangunan kelas Lab IPA dengan luas 10×15 m2 dan pengerukan halaman sekolah.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Rahmatillah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/10) mengatakan bahwa selama ini belum ada surat pemberitahuan laporan dari sekolah bersangkutan tentang penutupan akses jalan menuju sekolah yang di blok oleh warga,.

Kami belum dapat laporan dari pihak sekolah, nanti kami minta kepala sekolah untuk menyampaikan duduk masalahnya dan juga kita akan kordinasi dengan aparat desa dan aparat kepolisian setempat.

Rahmat melanjutkan SMP 4 Sungai Tabuk adalah sekolah baru yang dibangun tahun pertama pada 2016 dan siswa yang terdaftar saat ini ada sebanyak 123 siswa dengan 3 ruang kelas. Sementara ini sekolah masih belum memiliki kantor dewan guru karena ke 3 kelas tersebut digunakan untuk aktivitas belajar mengajar para murid.

“Untuk kedepannya saat ini juga masih berlangsung proses pembangunan leb IPA dengan anggaran 287 juta dan pengerukan tanah untuk halaman dengan anggaran 75 juta yang dilakukan sua kelola oleh sekolah menggunakan dana APBN. Tahun depan kita usahakan untuk menambah ruangan kelas sebelum penerimaan siswa baru agar mencukupi ruang kelas belajar. Juga kita rencanakan akan membangun ruang guru, perpustakaan dan musholla,” ujar Rahmat. (SB-08)

No Responses

Tinggalkan Balasan