Wednesday 20th June 2018

20 Persen BOS untuk Bayar Honor Guru

H Fajrianor Subhi, Kabid Madrasah dan Pendidikan pada Kanwil Kemenag Kalsel

BANJARMASIN, SB – Pemerintah boleh saja menyebut sekolah, dari tingkat SD-SMA/sederajat saat ini gratis. Namun nyatanya, tarikan berbagai iuran, atau istilah lazimnya dinamakan sumbangan tetap saja ada di tiap musim tahun ajaran baru. Terutama di sekolah-sekolah agama yang ada di bawah naungan Kementerian Agama.

Dalih menarik sumbangan yang paling lazim digunakan pihak sekolah adalah kurangnya anggaran operasional sekolah untuk penambangan sarana dan prasarana. Apesnya, semua tarikan iuran diamini begitu saja oleh Komite Sekolah.

Sebaliknya, pihak sekolah nyaris tidak pernah menyampaikan nominal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berikut penggunaannya. Padahal, sama halnya dengan sekolah-sekolah umum di bawah Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) juga menerima BOS sban tahun ajaran.

Mengenai hal itu, H Fajrianor Subhi, Kepala Bidang (Kabid) Madrasah dan Pendidikan pada Kanwil Kemenag Kalsel, mengatakan, dari total dana BOS yang diterima seolah, 20 persennya digunakan untuk membayar honor guru.

Penggunaan dana BOS yang 20 persen diantarnya digunakan untuk membayar honor guru itu, lanjutnya, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Selebihnya, dana BOS digunakan untuk berbagai keperluan operasional lainnya. Termasuk di antaranya, perbaikan-perbaikan skala kecil sarana dan prasarana sekolah.

“Salah satu item petunjuk teknis penggunaan dana BOS adalah untuk membayar honor guru honorer. Besarannya 20 persen  dari total dana BOS yang diterima pihak sekolah,” kata H Fajrianor. (mj/to).

No Responses

Tinggalkan Balasan