Tuesday 21st August 2018

Pelaku Penjambretan Dilumpuhkan

DILUMPUHKAN – Rizki Hanapi (23) pelaku penjambretan yang dilumpuhan dengan dua timah panasjambret

MARTAPURA, SB – Rizki Hanapi (23) masih merintih menahan sakit di kedua yang tertembus timah panas aparat kepolisian Satreskrim Polres Banjar, Jumat (7/7) saat sejumlah awak media mewawancarainya.

Warga Desa Pasar Jati RT 4 RW 2, Kecamatan Astambul ini terpaksa dilumpuhkan dengan dua tembakan karena berupaya kabur saat akan dibekuk sebuah rumah kos di Guntung Paring, Guntung Manggis, Banjarbaru pada Kamis (6/7) sekitar pukul tujuh petang.

Rizki dibekuk karena terlibat aksi penjembretan dengan kekerasan terhadap Jum’atiah alias Tia (18) warga Pasar Jati RT 6, Jumat (30/6) sekitar pukul 22.00 Wita di Jalan A Yani KM 54, tepatnya di depan SPBU Astambul.

Dari aksinya, Rizki berhasil membawa kabur tas milik korban yang berisi handphone dan dompet milik korban yang sempat  terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.

Menurut pengakuan pelaku, ini aksi pertamanya. Awalnya ia hanya disuruh dengan sedikit tantangan oleh seorang temannya yang bernama Royani, juga warga Desa Pasar Jati untuk mengambil tas milik korban yang memang sudah dalam incarannya.

“Kata Royani teman saya itu, kamu berani tidak mengambil tasnya. Saya bilang saja berani. Padahal sebelumnya saya tidak ada niat. Setelah dapat tasnya, kami kabur terpisah. Dan saya tida tahu Royani kabur ke arah mana,” ungkap Rizki.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete didampingi, Kasatreskrim AKP Sofyan dan Kapolsek Astambul Iptu Mugiono membenarkan anggotanya berhasil membekuk satu dari dua pelaku penjambretan. Rizki terpaksa dilumpuhkan dengan dua tembakan karena sempat melarikan diri dan melawan saat ingin ditangkap.

Tentang pengakuan Rizki yang mengatakan baru pertama kali melakuan penjambretan, polisi masih meragukannya. Pasalnya, Royani, rekan Rizki yang saat ini masih buron, pernah ditahan dengan kasus sama di Polsek Satui, Tanah Bumbu pada tahun 2015. “Korbannya rata-rata memang perempuan. Dan pelaku tak segan-segan melakuan kekerasan jika korbannya melawan,” ujarnya.

Bahkan berdasarkan hasil pengembangan kasus, pelaku tak hanya menjambret di sekitaran Jalan A Yani, Astambul, tapi juga di sejumlah lokasi lain di luar Kalsel, bahkan hingga Kalteng dengan kelompok lain.

“Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sampai tujuh tahun kurungan. Sedangkan untuk satu pelaku lainnya yang belum tertangkap, yakni Royani, akan terus dilakukan pengejaran,” pungkasnya. (SB-08/to)

No Responses

Tinggalkan Balasan