Tuesday 21st August 2018

Edi Suryadi: Larang Melintas Angkutan Bertonase Besar

TONASE BESAR – Kerusakan jalan provinsi dan nasional salah satunya disebabkan oleh armada angkutan bertonase besar melebihi ambang batas maksimal kekuatan jalan.

BANJARMASIN, SB – Ketua DPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kalsel, Edi Suryadi meminta, aparat pemerintah memberlakukan larangan tegas bagi angkutan barang yang melebihi tonase di ruas jalan provinsi dan  nasional.

Hal itu menyusul  adanya kerusakan jalan di sejumlah daerah yang menjadi jalur mudik dan balik lebaran 1438 H. ” Menjelang lebaran tahun ini, demi kenyamanan dan keselamatan arus pemudik pemerintah harusnya menyiapkan infrastruktur jalan yang bagus,” kata Edi Suryadi di Banjarmasin, Kamis (15/6) lalu.

Dibiarkannya jalan provinsi dan nasional sebagai lintasan angkutan perusahaan melebihi tonase, disinyalir Edi lantaran adanya hal-hal yang memang disembunyikan. Oleh karena ia berharap, aparatur negara; kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah daerah setempat mengambil tindakan. Semisal pembuatan portal khusus untuk angkutan bertonase besar. Angkutan perusahaan yang melebihi batas muatan maksimal, dilarang melintas.

Karena jika terus dibiarkan, lanjutnya, kerusakan ruas jalan dipastikan akan terus terjadi. Dampaknya, ujar Edi, berimbas pada pengguna jalan. Tak terkecuali para pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman.

Dicontohkan Edi Suryadi, pembiaran angkutan bertonase besar, dan berdampak pada kerusakan jalan itu seperti yang terjadi di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan yang dilintasi angkutan semen bertonase besar.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Barito Kuala. Di sana jalan negara rusak akibat armada bertonase besar bermuatan sawait. “Kita berharap semua angkutan berat yang melintas di jalan nasional dan provinsi harus menghormati ketentuan Perda tentang jalan khusus,” kata Edi. (mj/to)

No Responses

Tinggalkan Balasan