Tuesday 21st August 2018

Inilah Kesiapan Pemerintah Provinsi Kalsel menghadapi Ketersedian Pangan Menjelang Ramadhan

Suara Banua –  Isu ketersediaan pangan selalu menjadi sorotan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) terutama memasuki Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan Mei dan Juni 2017. Sebab, ketersediaan pangan di pasar sangat strategis, berbarengan dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat pada bulan-bulan tersebut dan ini berdampak pada besarnya inflasi secara nasional.
Kejadian ini merupakan siklus yang setiap tahun selalu terjadi. Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) jauh-jauh hari telah mengantisipasinya dengan menjaga ketersedian pangan menjelang HBKN dengan beberapa langkah yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, H Birhasani dan Kepala Bulog Divisi Regional Kalimantan Dedy Supriady.
Birhasani menjelaskan beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi antara lainnya, melakukan rakor dengan kabupaten/kota Se-Kalsel berserta unsur terkait serta pelaku usaha, mengadakan monitoring atas ketersedian bahan pokok ditingkat distributor dan pedagangan besar serta pengamatan perkembangan harga dan meningkatkan kerjasama antar pulau.
Dia juga menambahkan, selain itu untuk harga juga dibilang aman, hal ini dikarenakan harga bahan pokok di Kalsel dibawah rata-rata harga nasional. Seperti harga beras medium Rp 10,200/litar, gula putih Rp 12,890/kg, minyak goreng curah Rp 10,880/litar, daging sapi murni Rp 115,000/kg, ayam ras Rp 30,900/kg, telor Rp 21,000/kg, tepung terigu Rp 8,700/kg, kacang kedelai Rp 12,000/kg, cabe merah Rp 29,000, cabe rawit merah Rp 56,000/kg, bawang merah Rp 21.000/kg dan bawang putih Rp 43,000-45,000/kg.
Untuk perbandingan bawang merah dan putih cukup jauh. hal itu dikarenakan pasokan dan distributor bawang putih lebih terbatas di Kalsel ini sendiri, maka dari itu pihak Dinas Perdagangan meimpor bawang putih untuk membantu menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat, dinas perdaganganpun bertekad untuk swasembada komoditi lainnya.
Sementara itu, Dedy Supriady selaku Kepala Bulog Divisi Regional Kalimantan menjelaskan untuk stok beras, gula pasir, minyak goreng dan bawang putih menjelang HBKN diprovinsi Kalsel bisa dibilang aman. Hal itu dikarenakan pihak Bulog sendiri menjaga ketersediaan pangan, keterjangkuan fisik atau ekonomi dan menstabilitas pasokan & harga.
“Untuk beras sendiri pada tahun ini sudah kami sediakan 18 ribu Ton yang terletak dibeberapa gudang Buloh dikawasan Kalsel,” jelasnya saat saat ditemui dikantor PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), selasa sore (23/5/2017).
Diwawancarai terpisah, Kurnadiansyah selaku Kepala Biro Humas Dan Protokol Kalsel mengharapkan agar ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci ramadhan bisa mencukupi untuk masyarakat Kalsel yang membutuhkan. Din

No Responses

Tinggalkan Balasan