Sunday 19th August 2018

Hebat, Poktan Maju Makmur Tanam 3 Kali Setahun

Kelompok tani Maju Makmur Desa Pembelacanan melakukan tanam padi

SUARABANUA.COM, KOTABARU – Patut diacungi jempol dan di contoh, kiat para pekerja sawah yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Maju Makmur Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru. Pasalnya, tahun ini mereka mampu menargetkan 3 kali tanam di lahan yang sama.

Target tersebut bukannya tanpa alasan, karena dengan kondisi cuaca sekarang, dimana musim kemarau dari perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada akhir Juli atau pada awal Agustus 2017. Selain itu, pada Poktan Maju Makmur juga sudah tersedia embung/kolam penampungan air untuk mengantisipasi musim kemarau yang akan melanda, sehingga persiapannya dilakukan sejak dini.

“Insya Allah bisa terjadi dalam artian mampu 3 kali tanam, karena bulan ini di kelompok kami sudah tanam yang kedua,” ungkap Ketua kelompok tani Maju Makmur, Suli Sarwono saat dimintai keterangan oleh wartawan beberapa waktu lalu.

Sambungnya, berdasarkan keterangan yang didapat dari BMKG, curah hujan pada bulan Maret tercatat masih di atas 150 ml dan hal itu sangat memungkinkan untuk para petani menanam padi. Sehingga pihaknya akan mampu menargetkan untuk tanam 3 kali. Walaupun kemungkinan besar untuk yang ketiga akan tanam menggunakan sistem Salibu (tanam padi dengan cara memotong batang padi yang habis di panen).

“Itu dilakukan dalam rangka mempercepat panen padi, karena selisih umurnya sekitar 25 hari. Dimana, yang tanam normal umur padi mulai tanam sampai panen sekitar 100 hari sedangkan yang sistem Salibu cuma 75 hari tentunya menghemat waktu,” tambahnya.

Diakuinya, pada tanam kedua ada kendala yaitu sulitnya untuk mendapatkan varietas padi yang bagus dan hampir 90% bibit yang ditanam kedua adalah hasil dari panen pada tanam pertama. Di Kecamatan Kelumpang Selatan belum ada penangkaran padi sehingga harus mendatangkan bibit padi dari daerah lain.

Selain itu, hama dan penyakit pada tanaman padi cukup banyak, terutama yang paling berbahaya adalah tikus dan hampir semua petani di Kotabaru mengeluhkan hama tersebut karena dinilai paling membahayakan.

“Padahal kami sebagai petani sudah mengupayakan berbagai macam langkah untuk menanggulangi hama tikus tersebut, namun tidak kunjung berkurang bahkan malah semakin banyak dan menjadi kendala di lapangan,” tambahnya.

Kesempatan berbeda, Plt Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kotabaru, H Budi Antara saat dikonfirmasi mengatakan, sangat menyambut baik apa yang dilaksanakan Poktan Maju Makmur, tentunya akan meningkatkan hasil produksi panen dan ujung-ujungnya kepada kesejahteraan para petani itu sendiri.

“Saya sangat apresiasi dengan apa yang Maju Makmur laksanakan dan mereka sudah dua kali tanam, tentunya itu memberikan dampak yang sangat baik sekali,” tuturnya.

Terkait dengan hama tikus, lanjutnya lagi, pihak Dinas TPHP akan terus memantau dan melakukan upaya-upaya untuk bisa memberantas hama tikus dengan cara pengumpanan racun dan lambat laun pastinya diharapkan hama tikus yang ada akan menghilang.

“Itu secara rutin akan kami lakukan agar kendala para petani utamanya hama tikus dapat diminimalisir sesuai harapan, dengan pengumpanan menggunakan racun secara otomatis tempat diam tikus akan terganggu. Intinya, kami selalu support dan memantau para petani dan hal tersebut dilakukan sebagai perhatian secara nyata,” tutupnya. (FR/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan