Friday 20th July 2018

Luar Biasa, Warga Tajau Landung Masih Pegang Tradisi Ini

  SUARABANUA.COM, MARTAPURA – Warga desa Tajau Landung kecamatan Sungai Tabuk, berbondong-bondong membawa sajian makanan menuju Musala Darul Ihsan di desa tersebut. Makanan tersebut disiapkan sebagai hidangan untuk  pelaksanaan acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Persialan mulai dilaksanakan saat menjelang salat Ashar, semua warga disekitar musala tersebut masing-masing membawa talam yang berisi makanan berupa, ikan, ayam, buah-buahan, kue, nasi, air, piring.

Membawa sajian makanan tersebut bukan untuk dijadikan sebagai sesajian yang hanya untuk diletakan, tetapi sesajian makanan tersebut untuk disajikan kepada para undangan yang hadir pada saat acara di kampung mereka.

Makanan tersebut sengaja disiapkan untuk seluruh tamu yang datang  pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Cara seperti itu memang sudah menjadi tradisi turun menurun peninggalan nenek moyang, yang dilakukan pada zaman dahulu sejak berabad-abad lalu.

Menu makanan yang disajikan dalam tampan atau talam ini cukup menarik dan unik, serta jarang ditemukan ditempat lain. Pemandangan seperti ini memang sering terjadi di desa ini, hampir  setiap kali kegiatan keagamaan, terutama tiga hari besar Islam yaitu Peringatan Isra Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad SAW, maupun buka puasa di bulan suci Ramadhan.

Setiap satu talam yang disajikan, makanan itu diperuntukan bagi dua orang tamu undangan. Menariknya, menu yang disajikanpun berbeda beda, baik lauk maupun pauknya. Pasalnya makanan tersebut diolah masing-masing rumah, bukan di masak secara gotong-royong. Biasanya satu rumah pertalam diberikan oleh setiap kepala keluarga.

Rasa kekeluargaan yang begitu dalam seperti ini, tentu saja membuat pengurus Musala tidak perlu bersusah payah untuk mencari dana untuk peringatan Isra Mi’raj, yang sudah menjadi agenda tahunan di kampung mereka. Karena dana dibebankan sepenuhnya kepada setiap kepala keluarga yang ada di desa tersebut.

Setiap kepala keluarga mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk menyajikan menu, baik untuk sendiri ataupun beramai-ramai bersama anggota keluarga. Pada umumnya warga tidak hanya membawa satu talam saja, tetapi mereka menyediakan lebih dan diperuntukkan bagi tamu yangdatang dari jauh.

“Makanan itu kami sekeluarga yang menyiapkannya sampai selesai memasak, kalau pengerjaannya dibantu warga lain sampai empat jam, sedangkan jika mengerjakan sendiri memerlukan waktu sampai 6 jam,” ujar  salah satu warga Tajau Landung, Rukayah.

Selanjutnya, H Mahfuz salah satu tokoh masyarakat mengatakan, tradisi yang ada di Tajau Landung ini sudah ada lebih dari 100 tahun. Jadi tradisi seperti ini harus tetap dilestarikan di Desa Tajau landung. (Ai/rad)

No Responses

Tinggalkan Balasan