Sunday 19th August 2018

Mantap.. Insentif Ustadz di Kotabaru Naik 100 Persen

Ilustrasi – Ustadz (foto : fokus.co.id)

SUARABANUA.COM, KOTABARU- Sebanyak 923 orang tenaga pengajar utamanya bagi para ustadz yang mengabdi di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah, serta pada guru pondok pesantren insentifnya naik 100 %.

Awalnya hanya menerima sebesar Rp250 ribu dan kini menjadi Rp500 ribu perbulannya, hal itu diungkapkan Kepala Bagian Kesra, Setda Kotabaru H Zabidi, saat di jumpai wartawan beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, tujuan dinaikkannya insentif adalah untuk membantu meringankan beban biaya hidup para ustadz, yang telah mendidik generasi muda dengan ikhlas dan menjadi harapan bersama kedepan akan lebih baik. Namun, pihaknya masih melakukan proses perubahan anggaran pada APBD 2017,  para penerima insentif diharapkan tetap bersabar apabila dalam waktu dekat belum bisa segera cair.

“Pada periode 2016 Pemkab Kotabaru mengalokasikan anggaran insentif pengajar TPQ, Madrasah Diniyah dan pondok pesantren kurang lebih sebesar Rp2,8 miliar. Dana tersebut untuk membayar sebanyak 923 orang dengan besaran Rp 250 ribu per bulan,” katanya.

Dijelaskannya pula, semula  pemerintah berencana memberikan insentif selama satu tahun mulai dari Januari–Desember 2016, akan tetapi karena ada kebijakan pemerintah pusat terkait penundaan pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU), sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 125/2016, tentang penundaan penyaluran sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) yang besarnya sekitar Rp497 miliar. Sehingga rencana pemberian insentif dirubah, yang mana yang seyogyanya diterima genap 12 bulan kemudian berkurang 4 bulan dan hanya tersisa 8 bulan.

“Untuk pembayarannya akan disalurkan melalui nomor rekening masing-masing ustadz dari Pemerintah Daerah,” tambahnya.

Hanya saja sambungnya lagi, untuk transfer dana masih ada masalah yakni ada beberapa kiriman batal. Karena beberapa faktor di antaranya  seperti nomor rekening tidak valid, aktivasi rekening tidak berlaku atau nama dan nomor rekening berbeda dan juga masalah yang lainnya.

“Bagi mereka yang menerima insentif untuk dapat memberikan nomor rekening yang valid dan masih aktif agar prosesnya berjalan lancer,” pungkasnya. (FR)

No Responses

Tinggalkan Balasan