Tuesday 21st August 2018

Tersisih Akibat Kebijakan Pemkot

Kong Aseng bersama sepeda tuanya berjualan hingga malam hari (Istimewa)

BANJARMASIN, SUARA BANUA – Kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan A Yani, ke Pusat Kuliner Baiman di Jalan Lingkar Dalam menyisakan kekecewaan bagi Kong Aseng.

Kebijakan yang diambil Pemko Banjarmasin tersebut dengan tujuan mewujudkan Kota Banjarmasin “Baiman” Barasih wan Nyaman. Ternyata masih menyisakan kekecewaan bagi pedagang tua.

Kong Aseng biasanya sehari-hari berjualan Telur Asin, Tahu dan Kue Pia menggunakan sepeda ontel berkeliling di Jl A Yani, kini hanya berjualan di sore minggu atau di malam hari saja karena sudah tidak bisa berjualan leluasa seperti biasa.

Pasalnya, sering ditegur dan diusir Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, walaupun hanya berjualan lewat jalan Gatot Subroto.

Kong Aseng menceritakan, saat ia lewat di Jl Gatot Subroto ada pembeli yang mau beli jualannya, kemudian singgah untuk melakukan transaksi saat itu juga kebetulan ada Satpol PP lewat, dan beliau ditegur dan disuruh bergegas meninggalkan tempat tersebut.

“Aku berjualan ini untuk menghidupi empat anak yatim yang tinggal bersamaku, kalau aku tidak mencari uang terus mereka makan apa, sama saja aku membunuh mereka,” ceritanya.

Kong Aseng melanjutkan ceritanya, dirinya Cuma berharap pemerintah mengizinkan untuk berjualan seperti biasa, agar dapat menghidupi 4 orang anak yatim tersebut.

Pelanggan Kong Aseng, Shiren dan Feny mengatakan, sudah sering membeli jualan Kong Aseng ini, selain rasanya enak harganya juga terjangkau dari harga pasaran.

Menanggapi hal tersebut Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, menjelaskan Jalan A Yani dan Gatot Subroto tidak dibolehkan berjualan. Karena jalan tersebut masuk kawasan tertib lalulintas, tapi kalau di daerah lain, silahkan.

Ditanyakan mengenai izin berjualan untuk Kong Aseng yang berjualan untuk menghidupi 4 anak yatim, Ibnu Sina mengatakan itu hal lain lagi, tapi tetap tidak diperbolehkan, karena kalau diizinkan kapan bisa tertibnya. (SB-10)

No Responses

Tinggalkan Balasan