Friday 20th July 2018

2016, 1.497 Janda di Banjarmasin

ilustrasi sidang pengadilan agama (perceraian)

BANJARMASIN, SUARA BANUA – Angka perceraian di Kalimantan Selatan dalam setahun cukup tinggi. Pada 2016 saja tercatat di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kalimantan selatan terjadi 6.917 perkara perceraian yang diputus.

Panitera PTA Kalsel Siti Romiyani mengungkapkan, dari seluruh kasus yang disidangkan, sebagian besar kasus perceraian tersebut gugatannya diajukan dari pihak istri, sebanyak 5.483 laporan. Sedangkan 434 laporan diajukan pihak suami.

Dari jumlah perceraian yang terjadi, tiga kota penyumbang janda terbanyak adalah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

Berdasarkan data PTA Kalimantan Selatan 2016, di Banjarmasin angka perceraian mencapai 1.497 perkara. Rincian penyebab perceraian tertinggi adalah sebanyak 684 perceraian akibat tidak ada keharmonisan, 354 perkara faktor ekonomi, dan 160 perkara tidak ada tanggungjawab.

Sedangkan di Kabupaten Banjar, terdata 824 perkara perceraian. Dari jumlah tersebut sebanyak 574 perkara akibat tidak ada keharmonisan, 115 perkara factor ekonomi dan sebanyak 69 perkara tidak ada tanggungjawab.

Di posisi berikutnya Kabupaten Tanah Laut dengan 658 perkara, penyebab perceraian antara lain, 764 perkara tidak ada keharmonisan, sebanyak 67 perkara tidak ada tanggungjawab, dan sebanyak 19 perkara akibat faktor ekonomi.

“Umumnya faktor perceraian tertinggi di wilayah Kalsel akibat tidak ada keharmonisan, faktor ekonomi dan tidak ada tanggung jawab,” ungkap Siti Romiyani. (SB-04)

No Responses

Tinggalkan Balasan