Tuesday 21st August 2018

WOW. Ponpes Ini Sudah Banyak Cetak Ustadz, Tapi….

kondisi ponpes terendam banjir, sebagian bangunan lapuk dimakan usia

SUARABANUA.COM, MARTAPURA – Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul ‘Ulum, Kertak Hanyar, Banjar, Kalimantan Selatan, telah banyak mencetak generasi muda berprestasi yang cinta Al Qur’an. Namun dari segi infrastruktur, Ponpes ini sangat memerlukan bantuan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada santri.

Berdasarkan pantauan SUARABANUA.COM, Ponpes yang sekarang berada di tengah perumahan elite ini memang sangat membutuhkan penambahan bangunan, karena tingginya  antusiasme masyarakat yang ingin memondokkan putra-putri mereka dalam menempuh pendidikan di ponpes tersebut.

Pengasuh Ponpes Manbaul ‘Ulum KH M Ghazali Mukeri Lc, mengakui,  sarana dan prasarana ponpes yang dipimpinnya masih membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar dan asrama.

“Bangunan ponpes sudah banyak yang lapuk, mengingat dari tahun 1985 tidak ada perubahan. Disamping masih kekurangan lokal mengajar, asrama santri adalah kebutuhan mendesak,” ungkap Gazali, Minggu(19/3), ketika memperingati haul ke-18 pendiri ponpes KH M Mukeri Gawith MA sekaligus selamatan pembangunan gedung asrama.

Gambar Perencanaan Pembangunan Asrama Putra (Istimewa)

 

Dia mengatakan, ponpes ini akan membangun gedung baru permanen 2 tingkat dan 18 ruang yang diperuntukkan sebagai sarana asrama untuk santri yang ditaksir memerlukan biaya Rp16 Milyar. Dari itu harap Gazali, pemerintah dan donator bisa memberikan bantuannya dalam bentuk apapun guna kelangsungan generasi umat Islam mendatang.

“Melihat minat belajar ke pesantren semakin meningkat dari tahun-ketahun, terus terang kami sangat kekurangan asrama, apalagi sekarang di musim hujan banyak asrama dan sarana belajar yang kebanjiran. Kami sangat berharap kepada pemerintah dan masyarakat dapat membantu pembangunan asrama  ponpes ini,” tutupnya.

Diketahui, ponpes Manbaul ‘Ulum yang berbasis salafiah yang mempunyai 345 santri putra dan 80 santri putri. Selain diwajibkan menginap, sistem belajar dan mengajarnya pun diprioritaskan untuk kitab kuning pada paginya dan siangnya dilanjutkan dengan pelajaran umum Tsanawiyah dan Aliyah.  pesantren ini juga dipisah antara santri putra dan putri dengan jarak 1 kilometer dari asrama putra. Selain itu ponpes ini juga mengelola santri Tahfizh. (SB-04)

No Responses

Tinggalkan Balasan