Friday 22nd June 2018

Kasihan… Mata, Hidung Ayu Bercucuran Darah

Ayu, penderita penyakit Hematidrosis sedang menjalani perawatan (Foto: Istimewa)

MARTAPURA, SB – Meski sudah beberapa kali berobat, namun mata, hidung, mulut dan pori-pori tubuh Ayu Prasetya Ningrum (14), penderita penyakit langka keringat darah (Hematidrosis), tak kunjung sembuh. Itu berdampak pada kondisi fisik Ayu yang menjadi lemas karena terus mengalami pendarahan apabila mengalami kelelahan.

Warga Komplek Pintu Air RT 7 RW 3 Desa Bincau, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Kalsel, yang masih dirawat di kelas 2 D RS Ratu Zalecha Martapura, terlihat cukup sehat, namun kondisi fisiknya terlihat lemas. Terbukti saat lama berbicara, Ayu muntah darah.

Untuk mengantisipasi darah keluar kembali, Ayu langsung dipasangi oksigen. Hal itu juga dilakukan saat di rumahnya. Biasanya, bila darah keluar, Ayu akan merasa sesak napas.

“Tetapi jika oksigen telah diberikan dan darah masih tetap keluar, maka Ayu langsung dibawa ke rumah sakit. Ayu sering masuk rumah sakit,” ujar Masrifah, ibundanya Ayu.

Lanjutnya, Kami sekarang tidak bisa lagi meminjam oksigen karena kepala puskesmas ganti, dulu kami diberi pinjamin oksigen dari puskesmas Martapura untuk digunakan dirumah. Jadi apabila penyakit Ayu kambuh kami bisa memberikan oksigen.

“Kemarin Ayu sudah disuruh pulang oleh dokter di bagian penyakit dalam. Bilangnya, penyakitnya Ayu tidak bisa diobati,” ceritanya.

Namun, melihat kondisi Ayu yang lemah, Masrifah memutuskan untuk memeriksakan Ayu ke Poli Anak di RSUD Ratu Zalecha, akhirnya Ayu bisa di opname lagi di RSUD Ratu Zalecha dengan ruangan yang berbeda.

Saat ditanya, bocah yang bersekolah di SMP 3 kelas 2 ini, berharap agar cepat sembuh dan dapat kembali ke sekolah. “Saya maunya sembuh dan kembali sekolah lagi,” katanya dengan nada pelan.

Kepala SMPN 3 Martapura, Rudy Ante saat di wawancara di luar RSUD Ratu Zalecha mengatakan, pihak sekolah sudah memberikan kemudahan untuk Ayu dalam pelajaran. Seperti pelajaran olahraga, Kami sarankan untuk tidak ikut.

“Tetapi yang namanya anak-anak, dia mau aktif seperti teman temannya yang lain. Sedangkan masalah makanan kami tidak bisa mengatur dan kami sudah mengingatkan agar tidak memakan makanan yang akan mengakibatkan penyakit Ayu kambuh,” katanya.

Mengenai masalah pelajaran yang tertinggal masih menurutnya, pihak sekolah akan mengaturnya dengan memberikan pelajaran susulan. Begitu juga dengan penilaian, Ayu tidak bisa disamakan dengan siswa yang lainnya. (SB-15/SB-01)

No Responses

Tinggalkan Balasan