Tuesday 21st August 2018

Jembatan Baayun Kampung Melayu Akan Dipugar

Jembatan Baayun Kampung Melayu (foto: Istimewa)

MARTAPURA SB– Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Pekauman Ilir dengan Kampung Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur bakal tinggal kenangan. Tahun 2017 ini, jembatan yang jadi perlintasan jamaah ziarah itu akan dibangun permanen dengan konstruksi baja.Vitalnya fungsi jembatan Gantung itu makin nyata saat digelar haul ke-48 Tuan Guru Anang Sya’rani Arief, pemimpin Pondok Pesantren Darussalam ke-5 yang biasa disapa GuruTuha di Kampung Melayu Tengah. Ribuan jemaah harus rela antre saat melintas.

Panitia haul pun ekstra bekerja untuk menjaga jembatan itu tetap stabil dan tidak goyang, mulai diikat tali yang kuat serta ditarik bersama-sama sampai dipegang tali dibeberapa titik tali jembatan di tengah saat jamaah melintas. Panitia berusaha memecah jamaah agar memanfaatkan perahu bermotor penyeberangan yang dikemudian warga, polisi, dan Dinas Perhubungan secara gratis.

“Haul tahun depan tidak ada lagi jamaah yang bergoyang-goyang saat melewati jembatan, karena tahun ini akan dibangun permanen, termasuk jalan yang rusak juga kita perbaiki,” janji Bupati Banjar H Khalilurrahman, usai menghadiri Haul Mertuanya tersebut baru baru tadi.

Jembatan berkonstruksi beton dan baja itu salah satu bentuk pelayanan kepada jamaah yang setiap tahun selalu memadati kampung tersebut. Tidak saja haul, tiap saat selalu banyak jamaah yang datang untuk ziarah ke makam-makam ulama yang sangat dihormati di Martapura.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjar M Hilman membenarkan renovasi jembatan Kampung Melayu Tengah ke Pekauman Ilir yang berasal dari APBD 2017 dengan nilai Rp16 milyar. Bentang keseluruhan sepanjang 80 meter, konstruksi baja itu terdiri dari tiga segmen, salah segmen yaitu bagian tengah menggunakan baja melengkung sepanjang 50 meter.

“Otomatis mobil bisa melewati jembatan dan tidak bergoyang lagi karena konstruksinya baja dan beton. Saat ini mau dilelangkan, di bagian ujung dibuat lebih landai dan lebar sehingga lebih nyaman saat melintas,” ujar Hilman.

Bupati Banjar, terang Hilman sangat khawatir jembatan baayun yang ada saat ini sangat mudah runtuh dan membuat jamaah celaka. Sewaktu haul tadi saja, ujarnya, masyarakat dibatasi saat menyeberang. Mereka dicicil mulai 10 orang atau maksimal 15 orang. Itu pun panitia mengikat dengan tali dan ditarik dari bawah secara bersama-sama dibeberapa sudut agar tidak terlalu bergoyang.

Menurut Hilman, Jembatan itu sangat penting mengingat sangat banyak acara keagamaan di Pekauman, Kampung Melayu dan Desa Keramat. Setiap tahun selalu ada acara karena daerah religi dengan makam para ulama.”Makanya bapak bupati minta dibenahi agar tidak sampai runtuh,” pungkasnya.(SB-06/SB-02)

No Responses

Tinggalkan Balasan