Wednesday 20th June 2018

Desak Kasus Kunker

LSM Pemantau Kinerja Aparatur Penegak Hukum Kalsel bersama Kasi Pidsus Kejari Banjar (Foto: Istimewa)

 

Martapura – Aliansyah bersama dua rekannya dari LSM Pemantau Kinerja Aparatur Penegak Hukum Kalsel mendatangi Kepala Seksi Tidak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar, kemarin (27/2) siang di Martapura. Mereka memberikan dukungan kepada kejaksaan agar tidak takut memeriksa Anggota DPRD yang diduga terlibat perjokian perjalanan dinas, pasalnya ada usaha untuk menenggelamkan kasus tersebut.

“Kami ingin mengetahui progres hukum yang disampaikan masyarakat ke kejaksaan,” kata Aliansyah menyatakan alasannya untuk minta Audiensi kepada Kasi Pidsus Banjar saat diminta tanggapannya.

Menurutnya, desakan agar kasus ini tidak tenggelam karena tekanan dari pihak manapun. Menurutnya kasus ini sudah ditanyakan kemarin ke Kajati Kalsel, dan katanya kasusnya sudah ke pidsus Martapura. Dan hari ini, pihaknya mau tanya sampai di mana sudah kasus ini. Ali juga mengatakan bahwa perjokian ini, bukan hanya dilakukan oleh satu anggota dewan saja. Tetapi disinyalir yang lain pun ada melakukan perjokian. ”Kami minta semua yang terlibat dan bermasalah dipanggil juga. Rencananya buat laporan, namun kalau yang ada belum jalan ngapain kami buat program banyak banyak” paparnya.

Sedangkan Kasi Pidsus Kejari Martapur Budi Mukhlis membenarkan kedatangan LSM yang mendesak agar kasus tersebut tetap jalan. Mereka juga memberikan data yang penting untuk menambah kasus semakin terang dan sebagai data tambahan.

“Sampai saat ini pemeriksaan ke eksekutif sebagian pengelola dana dan tahap rekapitulisasi berapa total perintah tugas dan perjalanan dinas keluar daerah, itu saja,” ungkap budi.

Kasus ini kan baru mulai, sehingga banyak fakta yang perlu digali termasuk dokumen. Saat ini baru lima persen, bisa juga akan bertambah dengan banyaknya laporan, apalagi yang dilaporkan dengan dukungan alat bukti.

“Kami lihat objeknya, bukan subjeknya dulu, bukan individunya dulu. Karena perjalanan ini kan anggarannya bulat, nanti kita lihat kasusnya,” pungkas Budi.(SB-06/SB-02)

No Responses

Tinggalkan Balasan