Sunday 19th August 2018

Elpiji Langka, Mahasiswa Demo

Aksi Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan Terkait langkanya LPG 3 Kg (foto: Istimewa)

Banjarmasin – Menyikapi langkanya gas Elpiji 3 Kg beberapa minggu terakhir, menyulut Aksi Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan, Mahasiswa mendatangi Kantor PT. Pertamina (Persero) Region VI Kalimantan Selatan, 23/02/2017.

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) dan Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (DEMA-FASEI) IAIN Antasari Banjarmasin,  dalam pernyataan sikapnya mereka meminta  pertanggungjawaban PT. Pertamina (Persero) region VI Kalsel atas kelangkaan elpiji 3 kg di Kalsel, Perketat pengawasan pendistribusian elpiji 3 kg. Serta tindak tegas oknum yang menyelewengkan elpiji 3 kg.

Koordinator Lapangan (Korlap) Zainul Mushlihin dalam orasinya menyampaikan, ketika masyarakat Kalsel menggunakan minyak tanah, mereka dianjurkan untuk menggunakan elpiji 3 Kg. Setelah masyarakat sudah banyak yang menggunakan elpiji 3 Kg, kenapa malah terjadi kelangkaan.

“Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi masalah elpiji ini mesti bertanggungjawab, kenapa kelangkaan ini bisa terjadi, sehingga menyebabkan harga elpiji dieceran meroket sampai Rp30 ribu bahkan Rp60 ribu, ujarnya dalam orasi.

Aksi Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan Terkait langkanya LPG 3 Kg (foto: Istimewa)

Mahasiswa juga mempertanyakan pengawasan Pertamina terhadap harga elpiji di pasar, karena harganya tidak rata dan terkesan ada yang memanfaatkan saat kelangkaan gas dengan mengangkat harga.

Menanggapi masalah itu, Pertamina menyampaikan bahwa Keterlambatan suplai LPG 3 kg ke Kalsel diakibatkan murni dari cuaca yang buruk, dan gelombang Laut Jawa yang besar mulai 6 -12 februari 2017, informasi langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mengenai kenaikan harga LPG, Pertamina menyampaikan kalau harga di Pangkalan itu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.500. Jadi kalau di lapangan menemukan harga elpiji 3 kg tidak sesuai dengan HET, maka segera untuk menghubungi pihaknya di telp 1 500 000 (gratis) sebagai bentuk pengawasan.

Mahasiswa juga meminta dari Pertamina untuk komitmen dan serius menyelesaikan permasalahan kelangkaan elpiji 3 kg di Kalsel. (znl).

No Responses

Tinggalkan Balasan