Friday 22nd June 2018

Bersihkan 100 Jamban Terapung Tahun 2017

Jamban terapung (foto: net)

 

Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar akan membebaskan Sungai Martapura dari jamban warga. Jamban yang berada di pinggiran sungai Martapura ini, akan secara bertahap di kurangi. Pengurangan Jamban Terapung di Kawasan Bantaran Sungai Martapura akan digenjot pada 2017 ini. Sebagai tahap awal, sebanyak 11 pambakal dan 2 lurah diundang Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjar, Rabu (22/2). Mereka diberikan penjelasan tentang program Bupati Banjar H Khalilurrahman yang berniat menghapus sebanyak 5 ribu jamban terapung.

“Pak Bupati kan punya program penghapusan jamban terapug, kami sebagai instansi teknis harus menyambutnya dan telah berkonsultasi ke kementerian PU, kemudian provinsi dan alhamdulillah dapat bantuan,” Kata Kabid Cipta Karya Galuh Tantri Narendra.

Program yang akan dilaksanakan adalah pembangunan septictank individual, program ini harus berkolaborasi dengan pihak pambakal yang memiliki dana desa untuk membangunkan biliknya. target sementara sebanyak 100 unit jamban terapung bisa diangkat dari Sungai Martapura. Target ini jadi pekerjaan tahap awal sembari menunggu respon masyarakat di lapangan.

Hasil diskusi dengan fasilitator desa, penggunaan dana desa untuk membangun bilik wc individual tidak bisa, namun hasil konsultasi dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dibolehkan. Peluang itu tentu jadi jawaban bahwa dana desa bisa menjalankan program ini. Pihaknya bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan  Desa (BPMPD) Banjar akan mengawal penyusunan RKA(Rencana Kerja dan Anggaran) desa sehingga Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) berbasis sanitasi terealisasi.

“Hari ini masih tahap penyusunan, sementara target pembangunan septictank individual sebanyak 665 unit pada 2017 di 11 desa dan 2 kelurahan, tapi lihat dulu perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Sedangkan Pambakal Tunggu Irang Ulu Abdul Barry mengatakan, sebanyak 30 unit jamban terapung di desanya siap diangkat atau dimusnakan asalkan mendapat bantuan septictank individual. Sedangkan untuk biliknya belum berani mengakomodir di APBDes karena belum final hasil konsultasinya, apakah boleh atau tidak.

“Setelah sosialisasi ini kami baru bisa memutuskan apakah akan membuat APBDes berbasis sanitasi atau tidak. Kalau dibolehkan tentu kami jalankan,” pungkasnya.(SB-03/SB-02)

No Responses

Tinggalkan Balasan