Wednesday 20th June 2018

Oranje Nassau Sejarah Perjuangan Rakyat Banjar

Martapura-Eksplorasi batu bara di Pengaron merupakan pertambangan pertama yang berhasil dilakukan Belanda di wilayah Kalimantan, bahkan di Indonesia. Langkah awal yang diambil pemerintah Belanda untuk menguasai tambang batu bara yang ada di pengaron adalah dengan menyewa tanah apanase milik Pangeran Mangkubumi Kencana pada masa Sultan Adam masih bertahta, sebesar 10.000 golden setahun di daerah Pengaron.
Pada 28 September 1849 Gubernur Jendral Jan Jacoh Bochusson datang ke Pengaron yang saat itu masuk Keresidenan Kayutangi di wilayah Kesultanan Banjar untuk meresmikan pembukaan tambang batu bara Hindia Belanda pertama yang dinamakan Tambang Batu Bara Oranje Nassau “Benteng Emas” yang mana seluruh hasil tambangnya digunakan untuk angkatan laut Belanda.
Di masa Kerajaan Banjar masih berdiri,Pihak Belanda menjadikan kewedanaan Kayutangi sebagai pusat dagang Belanda. Sejak Kompeni berperilaku culas, Pangeran Antasari menjadikan wilayah ini sebagai basis perang terbuka.
Peristiwa perang Banjar yang berlangsung mulai tahun 1859 sampai dengan 1905 konon diawali dengan penyerbuan dan pengepungan pejuang-pejuang masyarakat Banjar dibawah pimpinan Pangeran Antasari bersama panglima perangnya Demang Lehman dan sekitar 300 orang laskar atas persetujuan Sultan Hidayatulah melakukan penyerangan terhadap daerah pertambangan batu bara Oranje Nassau pada pagi-pagi buta tanggal 28 April 1859. Pertemuran berlangsung hingga pukul 14.00 siang. Baik pihak Pangeran Antasari maupun pihak Belanda berjatuhan korban.
Saat itu Pengaron dikepung rakyat Laskar Antasari. Beeckman, komandan utama di Benteng dan tambang batu bara Oranje Nassau sangat khawatir karena persediaan makanan sudah menipis, ia pun segera mengirim kurir, namun kurir itu dapat dibunuh oleh laskar Pangeran Antasari.
Ketika keadaan di luar tambang dan di luar benteng Belanda di Pengaron sudah dapat dikuasai laskar Pangeran Antasari. Dua puluh orang bersenjata parang menyelinap ke dalam pos dan benteng tambang batu bara Oranje Nassau Pengaron, namun sayangnya diketahui musuh dan semuanya gugur terbunuh.
Pangeran Antasari sebagai pimpinan laskar perlawanan mengirim surat kepada Beeckman agar ia menyerah. Dalam kondisi seperti itu pemerintah Belanda menganggap Pangeran Antasari berbahaya sehingga dianggap pemberontak yang dikenai ‘premie’ atau harga kepala 10.000 golden untuk menangkapnya hidup atau mati.
Pangeran Antasari berhasil menghancurkan benteng dan menewaskan perwira Belanda dalam serbuan ini. Seakan menjadi semangat perjuangan Rakyat Banjar, sejak itulah konfrontasi pecah dimana-mana. Sehingga keberadaan Benteng ini menjadi sebuah saksi bisu yang penting dalam sejarah peperangan Kerajaan Banjar, karena di lokasi inilah Pangeran Antasari pertama kali melakukan serangan ke pihak Belanda yang membuat peperangan Banjar meletus pertama kalinya.(madi-kipe)
benteng-pengaronbenteng-pengaron

No Responses

Tinggalkan Balasan